Rabu, 21 Oktober 2026
06:46 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Kanon (prinsip dasar)

Bagikan:

Istilah kanon berasal dari bahasa Yunani κανών ( kanon ), yang berarti "memerintah", dan dari sana melalui bahasa Latin dan Perancis Kuno ke bahasa Inggris.[1] Konsep ini memiliki penggunaan yang luas dalam bahasa Inggris: dalam pengertian umum, konsep ini merujuk pada sifat "ke-satu-an" (bila dimaknai sebagai kata sifat) atau pada sifat "beberapa"(bila dimaknai sebagai kata benda) aturan atau hukum yang dianggap resmi, asli, atau disetujui, khususnya dalam konteks hukum gerejawi; atau sekelompok karya sastra atau seni yang dianggap resmi, asli, atau disetujui, seperti karya sastra dari pengarang tertentu, genre tertentu, atau sekelompok teks kitab suci keagamaan tertentu;[2] atau dengan kata lain, satu atau sekumpulan aturan, prinsip, atau standar yang diterima sebagai aksiomatik dan mengikat secara universal dalam suatu agama, atau bidang studi atau seni.[3]

Prinsip pengelompokan ini telah mengarah pada penggunaan kata tersebut secara lebih spesifik dalam konteks yang berbeda, seperti kanon Alkitab (yang dianggap berwenang oleh komunitas agama tertentu) dan kemudian pada kanon sastra (dari "kumpulan sastra tertentu dalam bahasa tertentu, atau dari budaya, periode, genre tertentu").[1]

WC Sayers (1915–1916) menetapkan sistem klasifikasi perpustakaan yang kemudian dianggap kanon.[4]

SR Ranganathan mengembangkan teori analisis bidang (facet analysis), yang disajikan dalam bentuk rincian 46 kanon, 13 postulat dan 22 prinsip.[5]

Terdapat juga konsep kanon retorika, yang mencakup lima prinsip utama yang bila dikelompokkan, merupakan prinsip-prinsip penyampaian pidato.[6]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 "Definition of CANON". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). 2025-01-15. Diakses tanggal 2025-01-20.
  2. ↑ "Canon definition and meaning | Collins English Dictionary". www.collinsdictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-20.
  3. ↑ "Dictionary.com | Meanings & Definitions of English Words". Dictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-20.
  4. ↑ Sayers, W. C. Berwick (William Charles Berwick) (1915). Canons of classification applied to "the subject," "the expansive," "the decimal" and "the Library of Congress" classifications; a study in bibliographical classification method. University of California Libraries. London, Grafton & co.
  5. ↑ Spiteri, Louise (1998). "Prolegomena to library classification: A Simplified Model for Facet Analysis: Ranganathan 101". Canadian Journal of Information and Library Science. 23 (1–2): 1–30.
  6. ↑ Toye, Richard (2013). Rhetoric A Very Short Introduction. Oxford, United Kingdom: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-965136-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan