Rabu, 28 Oktober 2026
02:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kamar gas

Kamar gas

ruangan tertutup tempat gas dipompa, menyebabkan kematian karena keracunan atau sesak napas

Bagikan:
250px-2013_KL_Majdanek_Baths_and_Gas_Chamber_-_30.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kamar gas di kamp konsentrasi Majdanek dekat Lublin

Kamar gas adalah alat untuk membunuh manusia atau hewan dengan gas, yang terdiri dari sebuah ruang tertutup yang diisi dengan gas beracun atau gas yang menyebabkan sesak napas. Bahan beracun yang digunakan antara lain hidrogen sianida dan karbon monoksida. Saat ini, karbon dioksida dengan konsentrasi tinggi biasanya digunakan di ruang gas untuk hewan.

Kamar gas menjadi metode eksekusi para terpidana mati di Amerika Serikat pada awal 1920-an. Selama tragedi Holokaus, kamar gas skala besar didesain untuk pembunuhan massal oleh Jerman Nazi sebagai bagian dari program genosida mereka, juga digunakan oleh Negara Independen Kroasia di kamp konsentrasi Jasenovac.[1] Penggunaan kamar gas juga dilaporkan di Korea Utara.[2]

Referensi

  1. ↑ Many sources including http://www.yadvashem.org
  2. ↑ Barnett, Antony (Februari 1, 2004). "Revealed: the gas chamber horror of North Korea's gulag". The Guardian. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan