Jumat, 30 Oktober 2026
18:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Negara Kalimantan Timur

Negara Kalimantan Timur

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Negara Kalimantan Timur" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Kalimantan Timur
di Indonesia
1947–1950
250px-East_Borneo_in_the_United_States_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Negara Kalimantan Timur
Sejarah
 • JenisNegara bagian
Era sejarahPerang Kemerdekaan
• Dinamakan ulang Kalimantan Timur
12 April 1947
• Bergabung dengan
24 April 1950
Didahului olehDigantikan oleh
Republik Indonesia
Provinsi Kalimantan

Negara Kalimantan Timur (bahasa Belanda:Ooster Borneo/Borneo Timur) adalah sebuah bekas negara yaitu bekas wilayah Afdeeling Samarinda dan Afdeeling Bulungan. Jadi wilayah di mana Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara sekarang berada, saat itu tidak termasuk dalam pengertian ini sebab dahulu kedua derah tersebut termasuk dalam Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe (Kalimantan Tenggara), yaitu bagian dari Zuider Borneo (Borneo Selatan).

Pada masa kolonial Hindia Belanda, Borneo Timur pernah terdiri:

  1. De Tidoengsche landen
  2. Boeloengan
  3. De Berousche rijken
  4. Koetei
  5. Pasir
  6. De Tanah Boemboe

Referensi

Lihat pula

Didahului oleh:
Provinsi Borneo
Diteruskan oleh:
Provinsi Kalimantan


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan