Jumat, 23 Oktober 2026
09:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Kaligrafi Persia

Bagikan:

Kaligrafi Persia atau Kaligrafi Iran (bahasa Persia:خوشنِویسیِ ایرانی) adalah kaligrafi bahasa Persia. Kaligrafi ini adalah salah satu seni yang paling dihormati sepanjang sejarah Iran.

Sejarah

250px-Persian_Nasta%CA%BFl%C4%ABq%27s_proportions.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh yang menunjukkan aturan proporsi Nastaʿlīq.[butuh rujukan]
Informasi lebih lanjut: Nastaʿlīq

Sejarah Nasta'liq

Setelah masuknya Islam pada abad ke-7, bangsa Persia mengadaptasi alfabet Arab ke Persia dan mengembangkan alfabet Persia kontemporer. Alfabet Arab memiliki 28 karakter. Empat huruf tambahan ditambahkan oleh orang Iran,[1] yang menghasilkan 32 huruf yang saat ini ada dalam alfabet Persia.

Sekitar seribu tahun yang lalu, Ibnu Muqlah (bahasa Persia:ابنِ مقله بيضاوی شيرازی) dan saudaranya menciptakan enam genre kaligrafi Iran, yaitu Mohaqiq", "Reyhan", "Sols", "Naskh", "Toqi" and "Reqa". Genre ini umum selama empat abad di Persia. Pada abad ke-7 (kalender Hijriah), Hassan Farsi Kateb menggabungkan gaya "Naskh" dan "Reqa" dan menciptakan genre kaligrafi Persia baru yang diberi nama "Ta'liq". Pada abad ke-14, Mir Ali Tabrizi menggabungkan dua aksara besar pada masanya, yaitu Naskh dan Taliq, dan menciptakan gaya kaligrafi Persia baru yang disebut "Nas'taliq".[1] Dalam 500 tahun terakhir Nastaʿlīq (juga diinggriskan sebagai Nastaleeq; bahasa Persia:نستعلیق nastaʿlīq) telah menjadi gaya utama penulisan aksara Perso-Arab.

Pada abad ke-17 Morteza Gholi Khan Shamlou dan Mohammad Shafi Heravi menciptakan genre baru yang disebut kursif Nastaʿlīq Shekasteh Nastaʿlīq (bahasa Persia:شکسته نستعلیق)). Hampir satu abad kemudian, Abdol-Majid Taleqani yang merupakan seniman ternama saat itu membawa genre ini ke level tertinggi. Gaya kaligrafi ini didasarkan pada aturan yang sama dengan Nas’taliq. Namun, kursif Nas’taliq memiliki beberapa perbedaan yang signifikan: kursif ini memberikan gerakan yang lebih fleksibel, dan sedikit lebih memanjang dan melengkung. Yadollah Kaboli adalah salah satu ahli kaligrafi kontemporer paling terkemuka dalam gaya ini.

Kaligrafi Persia kontemporer

Pada tahun 1950, Asosiasi Kaligrafer Iran didirikan oleh Hossein Mirkhani, Ali Akbar Kaveh, Ebrahim Bouzari, Hassan Mirkhani dan Mehdi Baiani. Untuk gambaran perkembangan kaligrafi Persia di Afghanistan, lihat "Kaligrafi selama dua abad terakhir di Afghanistan" (1964), oleh Azizuddin Vakili.

Gerakan modernis

Zendeh Roudi, Jalil Rasouli, Parviz Tanavoli, dan Nima Behnoud menggunakan kaligrafi Persia dan puisi Rumi dalam mendesain pakaian.

Pasca modernisme

Abol Atighetchi menggunakan kombinasi kaligrafi berwarna gaya naskh, suluth dan kufi dengan huruf besar dalam satu lukisan akrilik format besar untuk presentasi karyanya dan lingkaran dengan daun emas atau warna sederhana sebagai penghiasnya tetapi dalam gaya Nastaligh banyak bentuk dan garis geometris warna-warni yang digunakan. untuk memodernisasi lukisan dan teknik yang sama digunakan untuk memodernisasi burung bessmel (bahasa Persia:مرغ بسمل format besar), semuanya digambar dengan huruf besar. Gaya kerja ini dapat digolongkan post-modern.

Genre

Tokoh yang paling menonjol

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Kaligrafi Persia" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(August 2015)

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 "History - Persian Calligraphy- All about Persian Calligraphy". persiancalligraphy.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-04. Diakses tanggal 2021-03-17.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Persian calligraphy.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan