Jumat, 02 Oktober 2026
05:21 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Kalender Mesir

Kalender Mesir

salah satu metode penentuan tanggal

Bagikan:
250px-Kom_Ombo_Temple_Calendar_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari kalender hieroglif di kalender Kuil Kom Ombo, menampilkan transisi dari Bulan XII ke Bulan I tanpa menyebutkan lima hari tambahan sebagai kabisatnya.
250px-Goddess_Nut_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dewi langit Nut dan manusia-manusia yang melambangkan bintang dan rasi bintang pada peta bintang yang ada di makam Ramses VI.

Kalender Mesir kuno - kalender sipil - adalah kalender matahari dengan 365 hari setahun. Satu tahun terdiri dari tiga musim yang masing-masing musim terdiri dari 120 hari (total 360 hari), ditambah dengan 5 hari kabisat di luar tahun itu. Setiap musim dibagi menjadi empat bulan, yang terdiri dari 30 hari per bulannya. Dua belas bulan ini awalnya diberi nomor dalam setiap musimnya tetapi kemudian diganti dengan nama-nama festival utama mereka. Setiap bulan dibagi menjadi tiga periode 10-hari yang dikenal sebagai dekan atau dekade. Dikatakan bahwa selama Dinasti ke-19 dan ke-20 Mesir, dua hari terakhir dari setiap dekan/dekade adalah semacam akhir pekan untuk zaman sekarang, di saat itu para perajin kerajaan bebas dari pekerjaannya. Orang-orang Mesir tampaknya telah menggunakan kalender lunar murni sebelum terbentuknya kalender sipil matahari ini.[1][2]

250px-Digaonalsternuhr.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta bintang pada zaman Kerajaan Pertengahan Mesir.
250px-Th%C3%A9odule_Dev%C3%A9ria_%28French_-_%28Elephanta_Calendar%29_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kalender hieroglif di Elefantin.

Referensi

  1. ↑ Parker (1950), hlm. 30–2. sfnp error: tanpa target: CITEREFParker1950 (bantuan)
  2. ↑ Høyrup, hlm. 13. sfn error: tanpa target: CITEREFHøyrup (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan