Kamis, 29 Oktober 2026
08:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kalender Julius terevisi

salah satu metode penentuan tanggal

Bagikan:

Kalender Julius terevisi, juga dikenal sebagai kalender Milanković, atau kalender baru adalah sebuah kalender yang dicetusan oleh ilmuwan Serbia Milutin Milanković pada 1923, yang secara efektif menyelesaikan perbedaan penamaan tanggal selama 340 tahun yang dialami oleh gereja-gereja Ortodoks Timur yang mengadopsinya dan Kalender Gregorian yang mendominasi seluruh dunia. Kalender tersebut diciptakan untuk menggantikan kalender gerejawi yang berbasis pada kalender Julius yang dipakai oleh seluruh Gereja Ortodoks Timur. Kalender Julius terevisi secara temporer (sekitar antara tahun 1600 dan 2800) menyesuaikan tanggal-tanggalnya dengan kalender Gregorian yang diproklamasikan pada 1582 oleh Paus Gregorius XIII untuk diadopsi oleh dunia Kristen.[1] Kalender tersebut diadopsi oleh gereja-gereja Ortodoks Konstantinopel, Albania, Aleksandria, Antiokhia, Bulgaria, Siprus, Yunani, Polandia, dan Rumania.

Catatan

  1. ↑ "Gregorian Calendar". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 20 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan