Sabtu, 17 Oktober 2026
22:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kalender Mesir

Kalender Mesir

salah satu metode penentuan tanggal

Bagikan:
250px-Kom_Ombo_Temple_Calendar_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari kalender hieroglif di kalender Kuil Kom Ombo, menampilkan transisi dari Bulan XII ke Bulan I tanpa menyebutkan lima hari tambahan sebagai kabisatnya.
250px-Goddess_Nut_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dewi langit Nut dan manusia-manusia yang melambangkan bintang dan rasi bintang pada peta bintang yang ada di makam Ramses VI.

Kalender Mesir kuno - kalender sipil - adalah kalender matahari dengan 365 hari setahun. Satu tahun terdiri dari tiga musim yang masing-masing musim terdiri dari 120 hari (total 360 hari), ditambah dengan 5 hari kabisat di luar tahun itu. Setiap musim dibagi menjadi empat bulan, yang terdiri dari 30 hari per bulannya. Dua belas bulan ini awalnya diberi nomor dalam setiap musimnya tetapi kemudian diganti dengan nama-nama festival utama mereka. Setiap bulan dibagi menjadi tiga periode 10-hari yang dikenal sebagai dekan atau dekade. Dikatakan bahwa selama Dinasti ke-19 dan ke-20 Mesir, dua hari terakhir dari setiap dekan/dekade adalah semacam akhir pekan untuk zaman sekarang, di saat itu para perajin kerajaan bebas dari pekerjaannya. Orang-orang Mesir tampaknya telah menggunakan kalender lunar murni sebelum terbentuknya kalender sipil matahari ini.[1][2]

250px-Digaonalsternuhr.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta bintang pada zaman Kerajaan Pertengahan Mesir.
250px-Th%C3%A9odule_Dev%C3%A9ria_%28French_-_%28Elephanta_Calendar%29_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kalender hieroglif di Elefantin.

Referensi

  1. ↑ Parker (1950), hlm. 30–2. sfnp error: tanpa target: CITEREFParker1950 (bantuan)
  2. ↑ Høyrup, hlm. 13. sfn error: tanpa target: CITEREFHøyrup (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan