Kamis, 08 Oktober 2026
16:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Kalabubu

Kalabubu

Bagikan:
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Koperen_halssieraad_omwikkeld_met_kokosnootschaal_TMnr_272-29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kalabubu dari Nias Selatan.

Kalabubu, juga dieja Kala bubu, adalah sebuah kalung atau cincin leher yang digunakan oleh prajurit Suku Nias Selatan di Sumatera Utara, Indonesia. Kalabubu adalah simbol perang dan kepahlawanan. Kalabubu dipercayai dapat melindungi seorang prajurit yang memakainya.[1] Kalabubu juga disebut sebagai "kalung pemburu kepala", karena pada dahulu kala, hanya orang yang telah membunuh musuhnya dan memotong kepalanya diperbolehkan untuk memakai kalabubu.

Bentuk dan konstruksi

250px-Neck_torc_MET_TR.657.2002.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konstruksi kalabubu terdiri atas potongan cangkang kelapa dan kawat kuningan.

Kalabubu memiliki bentuk seperti lingkaran dengan diameter antara 22 sentimeter ([convert: unit tak dikenal]) sampai 25 sentimeter ([convert: unit tak dikenal]). Ketebalan kalabubu bervariasi; ketebalan paling tebal berada di bagian tengahnya, kemudian perlahan-lahan ketebalannya mengecil sampai ke setiap ujung lingkaran tersebut. Ujung dari lingkaran tersebut diikat dan dibentuk seperti sebuah piringan yang biasanya terbuat dari kuningan atau emas. Rangka kalabubu terbuat dari kawat besti atau kuningan, simpul yang diikat diujunglah yang dibentuk menjadi sebuah piringan.

Kalabubu terbuat dari cangkang kelapa yang dipotong-potong menjadi bentuk piringan kecil. Terkadang piringan-piringan ini terbuat dari cangkang penyu.[2] Piringan-piringan kecil ini dipasang ke rangka kawat di dalamnya. Potongan piringan cangkang kelapa yang lebih besar diletakkan dibagian tengah kalung tersebut, sementara potongan cangkang kelapa terkecil diletakkan dibagian ujung. Potongan-potongan piringan tersebut kemudian dipres, lalu dipoles sampai permukaannya halus. Setelah seluruh permukaan halus, kalung tersebut dicelup kedalam pewarna hitam untuk memberikan warnanya.[3]

Rangka kawat kuningan dibagian dalam kalabubu dipercaya oleh Orang Nias merepresentasikan Naga Emas Besar, sosok yang dikenal di mitologi penciptaan Orang Nias.[4]

Simbol

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Studioportret_van_een_man_in_krijgskleding_TMnr_60046761.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pria Nias berpakaian sebagai seorang prajurit, mengenakan kalabubu di lehernya.

Kalabubu diasosiasikan dengan perang antar suku dan praktik pemburuan kepala (mangai binu). Kalabubu adalah simbol maskulinitas, kemenangan dalam perang, kepahlawanan, dan prajurit. Pada dahulu kala, hanya orang laki-laki yang sudah memotong kepala musuhnya diperkenankan untuk memakai kalabubu. Orang yang memakai kalabubu dilihat oleh penduduk desa Nias sebagai seorang pahlawan. Kalabubu juga dikenakan dalam tari perang orang Nias. [1] Nowadays, most Nias men wear the kalabubu.[4]

Kalabubu muncul dalam lambang Kabupaten Nias Selatan

Variasi

Di Nias Utara, sebuah kalung bernama nifitali-tali adalah variasi dari kalabubu yang terbuat dari logam mulia. Nigitali-tali dikenakan oleh pria berpangkat tinggi pada saat pesta tradisional misalnya Pesta Owasa. Tidak seperti kalabubu, nifitali-tali selalu diselesaikan dengan lapisan perak atau emas.[4]

Referensi

  1. 1 2 Muhammad Husni & Tiarma Rita Siregar 2000, hlm. 47.
  2. ↑ "Istiadat Nias" [Nias Tradition]. Museum Pusaka Nias (dalam bahasa Indonesian). Yayasan Pusaka Nias. 2017. Diakses tanggal November 5, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Marschall 2013, hlm. 128.
  4. 1 2 3 Richter & Carpenter 2012, hlm. 428.

Pranala luar

Lihat juga

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kalabubu.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan