Rabu, 21 Oktober 2026
09:42 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Kakap papua

jenis ikan kakap

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2023)
Kakap papua
Lutjanus papuensis Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Kekurangan data
IUCN47406921 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopteri
OrdoLutjaniformes
FamiliLutjanidae
GenusLutjanus
SpesiesLutjanus papuensis Suntingan nilai di Wikidata
Allen, William Toby White dan Erdmann, 2013
Artikel takson sembarang

Kakap papua (Lutjanus papuensis) adalah salah satu jenis ikan kakap dalam genus Lutjanus, anggota famili lutjanidae (Ikan Kakap). Ikan ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 2013.[1]

Penamaan

Nama papuensis diambil dari provinsi Papua Barat (akhiran latin ensis menunjukkan tempat), karena ikan tersebut banyak ditemukan di sekitar daerah Teluk Cenderawasih.[2]

Kisaran sebaran dan habitat

Ikan ini hanya baru diamati dan tercatat di Papua Barat, Indonesia; Pulau Manus dan Teluk Milne (Papua Nugini); serta di Pulau Santa Isabel, Malaita, dan Georgia Baru di Kepulauan Solomon.[3] Ditemukan berkumpul di terumbu karang pada kedalaman sekitar 6–15 m.[4]

Ciri-ciri fisik

Panjang tubuh terbesar yang tercatat pada kakap papua adalah 90 cm.[5] Ikan ini biasanya berwarna kecokelatan, terkadang kebiruan atau ungu pucat pada tubuh bagian atas, sirip punggung dan sirip ekor. Tubuh bagian bawah dan perutnya berwarna kuning, tetapi dada dan bagian bawah kepala berwarna jingga kemerahan (kepalanya bersisik berwarna kuning-jingga pucat). Sirip perut dan dubur berwarna kuning cerah. Sirip dadanya bening kekuningan dengan bintik hitam yang besar terletak di pangkal sirip atas. Duri di sirip punggung berjumlah 10, ruas di sirip punggung berjumlah 13. Duri di sirip dubur berjumlah 3, ruas di sirip dubur berjumlah 8. Ruas di sirip dada berjumlah 17, sisik gurat sisinya berjumlah 47–48.[6]

Rujukan

  1. ↑ mii (2016-08-05). "Spesies baru ikan Lutjanidae dari Indo-West Pasific". Masyarakat Iktiologi Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-03-18.
  2. ↑ Christopher Scharpf (2022). "Order Lutjaniformes: Families Haemulidae and Lutjanidae". The ETYFish Project Fish Name Etymology Database.
  3. ↑ Templat:Chú thích tạp chí
  4. ↑ Templat:Chú thích tạp chí
  5. ↑ "{{{genus}}} {{{species}}}". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. {{{month}}} {{{year}}} version. N.p.: FishBase, {{{year}}}.
  6. ↑ Templat:Chú thích tạp chí
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan