Minggu, 27 September 2026
02:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kain aida

Kain aida

250px-Aida-cloth.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kain Aida

Kain Aida adalah kain strimin berlubang kotak-kotak untuk kruistik. Aida adalah merek dagang Zweigart, Jerman. Produk kain Aida pertama kali diproduksi pada 1908.[1] Kain ini kaku dan memiliki lubang-lubang yang mudah dihitung.

Kain Aida diproduksi dalam berbagai ukuran lubang agar dapat dipakai untuk tusuk silang memakai benang sulam yang tebalnya berbeda-beda. Aida 10 misalnya, memiliki 10 kotak per inci. Ukuran kain yang umum diproduksi adalah 8, 10, 11, 12, 14, dan 18 kotak per inci. Warna yang biasa dipakai adalah putih, krem, dan cokelat, tetapi tersedia juga warna-warni terang biru, merah, dan hijau. Kain Aida dijual dalam bentuk lembaran atau gulungan dengan lebar 40-60 inci.[2]

Pinggiran kain Aida cenderung akan berjerumbai, dan sering perlu dijahit tepiannya sebelum dipakai. Kain ini tidak boleh dicuci sebelum pekerjaan selesai. Bila dicuci dengan air dan sabun, kain mengkerut antara 0,25 inci hingga 0,5 inci. Hasil akhir kruistik akan terlihat lebih baik setelah dicuci karena kain Aida mengerut secara alami di bagian-bagian yang dibordir.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ "Zweigart Fabrics". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-21. Diakses tanggal 2009-11-06.
  2. 1 2 Perna, p. 7.

Referensi

  • Sharon Perna, Treasury of Cross-Stitch Samplers New York: Sterling, 1987.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan