Jumat, 09 Oktober 2026
15:46 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP

Kaibartta

Bagikan:

Kaibartta adalah suku bangsa di Asia Selatan, terutama di India dan Bangladesh. Mereka juga dikenal sebagai Kaibarta. Adi Kaibartta, Bamunia, Haridhania, Jala Kaibartta, Jalia, Jalia Kaibartta, Shudra Das, dan Sudra Das. Jumlah mereka sekitar 2.4 juta orang. Lebih dari setengahnya tinggal di Assam dan Benggala Barat.[1]

Pekerjaan utama mereka adalah nelayan. Nama mereka mungkin berasal dari kata “ka,” (air) dan “vrit,” (ada) atau “varta” (mata pencaharian). Perempuan Kaibartta tidak ikut serta dalam kegiatan politik dan keagamaan. Sekitar tujuh puluh persen orang Kaibartta buta huruf. Mereka juga menderita akibat kemiskinan dan pengangguran.[1]

Orang Kaibartta adalah penganut Hindu. Mereka memercayai keberadaan dewa-dewa Hindu, dan bahkan mengklaim Vasuli Devi sebagai dewa utama mereka. Suku Kaibartta memujanya setiap bulan April dengan tarian “Chaiti Ghoda Naacha.”

Refereni

  1. 1 2 "Kaibartta". Joshua Project. Diakses tanggal 2009-06-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan