Minggu, 27 September 2026
22:50 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kaesaropapisme

Kaesaropapisme

250px-Crocetta_d%27oro_longobarda_con_moneta_di_giustino_II%2C_da_novara%2C_VI-VIII_sec..JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salib kecil dengan koin Kaisar Yustinus II.

Kaesaropapisme /ˌsiːzəroʊˈpeɪpɪzəm/ adalah gagasan yang menggabungkan kekuasaan pemerintahan sekuler dengan pemerintahan religius, atau membuat kekuasaan sekuler lebih unggul dari kekuasaan spiritual di gereja. Justus Henning Böhmer (1674–1749) mungkin merupakan orang pertama yang mencetuskan istilah caesaropapism (Cäseropapismus).[1] Max Weber (1864-1920) menulis: "seorang penguasa yang sekuler, kaesaropapis... menjalankan kekuasaan tertinggi dalam urusan keagamaan lewat legitimasi otonomnya".[2] Menurut sosiologi politik Weber, dalam sistem kaesaropapisme para pemuka agama sepenuhnya tunduk kepada kekuasaan sekuler.[3]

Dalam bentuk ekstremnya, kaesaropapisme adalah teori politik yang menyatakan bahwa kepala negara (terutama kaisar) juga merupakan kepala tertinggi gereja. Maka dari itu, kaesaropapisme merupakan kebalikan dari teokrasi (atau hierokrasi menurut Weber) di mana institusi gereja mengendalikan negara. Baik kaesaropapisme maupun teokrasi merupakan dua sistem yang tidak memisahkan gereja dengan negara.

Salah satu contoh kaesaropapisme yang terkenal dalam sejarah adalah Kekaisaran Romawi Timur: Kaisar Romawi Timur tidak hanya mengendalikan aparatus negara, tetapi juga Gereja Konstantinopel atau Gereja Kristen Timur.

Catatan kaki

  1. ↑ Ken Pennington, "Caesaropapism," The New Catholic Encyclopedia: Supplement 2010 (2 Vols. Detroit: Gale Publishers 2010) 1.183-185 Diarsipkan 2013-10-29 di Wayback Machine.
  2. ↑ Swedberg, Richard; Agevall, Ola (2005). The Max Weber Dictionary: Key Words and Central Concepts. Stanford Social Sciences Series. Stanford, California: Stanford University Press. hlm. 22. ISBN 9780804750950. Diakses tanggal 2017-02-02. Weber's formal definition of caesaropapism in Economy and Society reads as follows: 'a secular, caesaropapist ruler... exercises supreme authority in ecclesiastic matters by virtue of his autonomous legitimacy.
  3. ↑ Swedberg, Richard; Agevall, Ola (2005). The Max Weber Dictionary: Key Words and Central Concepts. Stanford Social Sciences Series. Stanford, California: Stanford University Press. hlm. 22. ISBN 9780804750950. Diakses tanggal 2017-02-02. Caesaropapism entails 'the complete subordination of priests to secular power,' and it essentially means that church matters have become part of political administration [...].


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan