Selasa, 03 November 2026
11:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Rinsho Kadekaru

penyanyi Jepang

Bagikan:

Rinsho Kadekaru (嘉手苅林昌) adalah seorang penyanyi dan musisi musik rakyat Okinawa.[1][2] Ia dijuluki "Bapak Musik Rakyat Okinawa".[1]

Kehidupan awal dan karier musik

Rinsho Kadekaru lahir di Desa Goeku, Okinawa bagian tengah pada tanggal 4 Juli 1920. Ia mulai belajar memetik sanshin pada usia 7 tahun.

Kemampuan bermusik Kadekaru diasah melalui berbagai acara musik, terutama menginjak usia 13 tahun ia pertama kali berpartisipasi dalam pesta tradisional Okinawa yang dinamakan mo-ashibi.[2] Mo-ashibi merupakan ajang bermain musik sekaligus menari sepuasnya dari malam sampai pagi. Dari sini ia mulai dikenal karena kemahirannya menyanyi sambil memetik sanshin. Di usia remajanya ia banyak diundang mengisi acara kesenian seperti eisa atau bermain musik ke desa-desa lain. Pada saat ini, ketika usianya menginjak 16, ia meminjam uang orangtuanya dan memutuskan untuk pergi ke pulau utama Jepang.[2] Membawa sanshin, ia pergi naik kapal menuju Kobe lalu lanjut berjalan kaki ke Osaka sejauh 31 km. Di Osaka, ia bekerja di pabrik. Malam hari setelah bekerja ia bermain sanshin dan menyanyi. Memasuki usia 19, ia dipanggil pulang ke Okinawa untuk menjalani tes kesehatan untuk wajib militer. Ia dikirim kembali ke daratan utama dan selama 2 tahun mengikuti wajib militer. Setelah wajib militer selesai, ia pergi ke Mikronesia di Pasifik lalu kembali ke kampung halaman sekitar tahun 1949.[2]

Pada awal 1950-an, ia mengunjungi hampir seluruh daerah di Kepulauan Ryukyu untuk tampil di berbagai acara dan pesta rakyat. Ia mendirikan Pusat Studi Minyo dan aktif merekam lagu-lagu rakyat Kepulauan Ryukyu. Ia bekerja sama dengan beberapa dapur rekaman (Marufuku, Maruteru dan sebagainya) dan sepanjang kariernya telah merilis sebanyak 82 singel, 23 album, serta kompilasi-kompilasi.[2] Selain merekam lagu rakyat, ia juga merekam lagu karya ciptaannya sendiri.[2] Secara rutin ia tampil di Klub Musik Rakyat Nantahama, Koza sejak tahun 1969. Ia diundang untuk pertama kalinya menyanyi di Tokyo pada tahun 1973. Sambil menyanyi, tak jarang Kadekaru berimprovisasi secara langsung dengan mengganti lirik-lirik lagu sesuai kata-kata yang ada di benaknya. Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal berjudul Jidai nu nagare ("Aliran Zaman"), berisi lirik tentang hilangnya kebebasan rakyat kecil Okinawa: "Dari zaman Tiongkok hingga zaman Jepang, dari zaman Jepang hingga zaman Amerika, betapa menakjubkannya perubahan di negeri kita Okinawa ini. Pemerintahan Amerika salah, pemerintahan Jepang datang kembali, kami tidak tahu mana yang lebih baik".[2]

Diskografi (pilihan)

LP

  • Kadekaru Rinshō (1965), Marufuku
  • Umi nu Chinbōrā (1969), URC
  • Ryūkyū jōkagyō ("Ryukyu Love Songs")(1974), Victor
  • Okinawa no kokoro ("Heart of Okinawa")(1974), Elec

Kaset

  • Kadekaru Rinshō 20 Songs (1983), BCY
  • Heisei no Kadekaru Rinshō (1992), BCY]

CD

  • Kadekaru Rinshō Tokushū ("Special Compilation")(1990), Marufuku
  • Ryūkyū Festival '91 (1992), Victor
  • Utaawase (1993), B/C
  • Okinawa Shimauta no Shinzui ("The Essence of Okinawan Island Songs")(1994), Victor
  • The Last Session (1996), Toshiba EMI — with Tsuneo Fukuhara
  • Kadekaru Rinshō Before/After (1998), B/C

Referensi

  1. 1 2 (Inggris) Biography of Rinsho Kadekaru, last.fm. 22-02-2017
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) The minyo godfather: Rinsho Kadekaru Diarsipkan 2017-02-22 di Wayback Machine, powerofokinawa.com. 22-02-2017

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan