Rabu, 28 Oktober 2026
20:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kadarman

Bagikan:

Aloysius Maria Kadarman S.J (1918-2005 ), seorang tokoh dalam bidang pendidikan dan pengembangan ilmu manajemen di Indonesia. Ia lahir dengan nama Aloysius Maria Kuylaars pada tanggal 4 Desember 1918 di Breda, Negeri Belanda. Ia berasal dari keluarga besar dengan 12 putra dan putri. Ayahnya seorang direktur suatu pabrik kecil dengan 150 karyawan.[1]

Setelah menamatkan sekolah menengah H.B.S. pada tahun 1936 Louis Kuylaars mengikuti kuliah di Katholieke Economische Hogeschool Tilburg. Tingkat sarjana muda diselesaikan pada tahun 1939. Dengan gelar sarjana muda tersebut Louis bekerja selama satu tahun (1941-1942) di Kementrian Perekonomian di Den Haag. Karena hatinya tertarik pada kehidupan rohaniwan, maka tidak mengherankan pada tahun 1943 ia masuk Ordo Serikat Jesus. Oleh ordonya ia diberi kesempatan untuk melanjutkan studi ekonominya yang diselesaikan pada tahun 1950. Pater Kuylaars S.J. tidak puas dengan gelar S.E. Sambil menyelesaikan studi teologinya di Maastricht ia mempersiapkan desertasi untuk meraih gelar doktor di bidang ilmu ekonomi. Pada tahun 1953 desertasi yang berjudul Werk en Leven van de Industriele Loonarbeider als object van een sociale ondernemingspolitiek (Pekerjaan dan Hidup Buruh Upah Industri sebagai objek kebijakan sosial perusahaan).Dalam tesis ini Pater Doktor Kuylaars mengadakan analisis sosiologis mengenai nilai-nilai intrinsik pekerjaan dan mencoba membuktikan bahwa pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan pekerja menjadi lebih produktif. Maka ia menyarankan agar diadakan job enlargement atau job enrichment.Di Negeri Belanda ide ini merupakan hal baru. Dengan demikian Pater Doktor Kuylaars dipandang sebagai perintis sosiologi perusahaan di negerinya. Sebagai penghargaan doktor baru ini diterima dalam audiensi oleh Ratu Yuliana. Selama tiga tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 1954/1955/1956 ia menjadi Research Fellow di Universitas Yale, Harvard, dan Chicago.

Dengan pengetahuan dan pengalaman ilmiahnya pada tahun 1956 ia berangkat ke Indonesia untuk menyumbangkan tenaganya dalam bidang pendidikan. Jabatan pertama yang diduduki ialah Wakil Dekan dan Ketua Jurusan Ekonomi P.T.P.G. Sanata Dharma Yogyakarta. Berasamaan dengan itu Pater Doktor Kuylaars juga ikut membantu mendirikan Pusat Pendidikan tenaga purnawaktu untuk gerakan Sarekat Buruh,Tani dan Nelayan (1959). Di Salatiga dia ikut serta mendirikan Taman Tani, suatu lembaga yang mengembangkan tenaga-tenaga penggerak di pedesaan. Sementara itu Pater Kuylaars pada tahun 1967 mendapatkan kewarganegaraan R.I. dan mengubah namanya menjadi A.M. Kadarman. Salah satu kreasi yang penting Doktor Kadarman di Indonesia ialah Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) yang didirikan di Jakarta pada tahun 1967. Institut ini merupakan lembaga manajemen pertama di Indonesia dan memiliki ciri khas, yaitu keanekaragaman dalam susunan baik pengurus maupun staf pegawainya; artinya para anggotanya berlatar belakang kesukuan, agama yang berbeda-beda. Setelah memimpin IPPM selama beberapa tahun Pater Kadarman menjadi Rektor IKIP Sanata Dharma di Yogyakarta (1976) dan Guru Besar Luar Biasa di bidang Ilmu Organisasi dan Manajemen untuk program S2 di Universitas Gajahmada. Pada tahun 1984 ia dipilih menjadi Sekretaris Eksekutif Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK).

Referensi

  1. ↑ Lumbantoruan, Magdalena (1992). Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis dan Manajemen. Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka. hlm. 293.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan