Minggu, 01 November 2026
11:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kadal berduri

Kadal berduri

jenis kadal

Bagikan:
Kadal berduri
250px-Thornydevil02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Iguania
Famili: Agamidae
Subfamili: Amphibolurinae
Genus: Moloch
Gray, 1841
Spesies:
M. horridus
Nama binomial
Moloch horridus
Gray, 1841
250px-Thorny_Devil_Area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim

Acanthosaura gibbosus

Kadal berduri (Moloch horridus) adalah spesies kadal gurun yang kulitnya dipenuhi duri-duri besar dan tajam. Kadal ini terdapat di benua Australia. Dinamakan "kadal berduri" karena tubuhnya yang dipenuhi oleh zat tanduk yang berbentuk duri, dari kepala hingga ekor. Duri-duri tersebut juga membuat kadal ini nyaris tidak memiliki pemangsa alami.[2]

Deskripsi fisik

Kadal berduri dewasa panjangnya mencapai sekitar 20 hingga 25 cm dan dapat hidup hingga usia 20 tahun. Kadal betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada kadal jantan. Tubuhnya berwarna kuning kecokelatan dengan bercak-bercak berwarna oranye seperti warna gurun pasir tempat tinggalnya. Ketika musim panas, warna tubuhnya menjadi lebih cerah, sedangkan pada musim dingin, warnanya menjadi kusam atau agak kelabu.[3]

Zat duri dan "kepala palsu"

Ciri khusus dari kadal ini adalah tubuhnya yang dipenuhi oleh duri-duri yang ukurannya bervariasi. Pada punggungnya terdapat duri besar dan duri kecil sebanyak tiga hingga empat baris yang saling berjejer dari belakang leher hingga pangkal ekor. Pada sisi badan, perut, dan ekornya dipenuhi oleh duri-duri berukuran kecil. Diketahui, duri-duri ini berguna untuk melindunginya dari pengganggu dan untuk menyerap uap air supaya masuk ke tubuhnya melalui pori-pori kulitnya, mengingat kadal ini hidup di gurun di mana air sangat sulit didapatkan. Di bagian atas kepalanya, terdapat semacam tonjolan seperti tanduk yang berfungsi sebagai "kepala palsu" untuk melindungi diri dari hewan yang akan memangsanya, yang kemudian berpikir setelah memperhatikan dengan saksama, bahwa tubuh kadal ini memiliki duri-duri tajam sehingga tidak layak dimakan. "Kepala palsu" tersebut juga berfungsi untuk menangkap uap air, lalu uap yang sudah manjadi tetesan air tersebut mengalir dari "kepala palsu" tersebut ke mulutnya.[2][3][4]

Habitat, makanan, dan reproduksi

Kadal ini hidup di gurun pasir yang kering. Kadal ini menyukai semut sebagai makanan utamanya. Dalam sehari, kadal berduri bahkan bisa memakan lebih dari seratus ekor semut. Untuk mendapatkan air minum, kadal ini memanfaatkan zat tanduk di atas kepalanya. Uap air yang menempel di zat tanduk tersebut manjadi tetesan-tetesan air, yang kemudian mengalir ke bawah dan masuk ke mulutnya. Kadal berduri berkembangbiak dengan betelur (ovipar), biasanya musim perkembangbiakan antara bulan September hingga Desember. Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 3 hingga 10 butir, yang akan menetas setelah inkubasi 4 bulan. Kadal yang masih muda juga sudah memiliki duri-duri dan zat tanduk seperti induknya, tetapi masih lunak dan tidak setajam kadal dewasa. Karena itu, kadal berduri anakan sangat rentan dimangsa oleh hewan lain, biasanya dimangsa oleh biawak dan burung.[4][5][6]

Galeri

  • 500px-MolochLyd.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 500px-Thornydevil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Thorny_Devil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Thorny_devil_pale.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Thorny_Devil_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Thorny_devil.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Catatan kaki

  1. ↑ IUCN Detail 83492011
  2. 1 2 Browne-Cooper, Robert; Brian Bush; Brad Maryan; David Robinson (2007). Reptiles and Frogs in the Bush: Southwestern Australia. University of Western Australia Press. hlm. 46, 65, 158. ISBN 978-1-920694-74-6.
  3. 1 2 Bell, Christopher; Mead, Jim; Swift, Sandra (2009). "Cranial osteology of Moloch horridus (Reptilia: Squamata: Agamidae)". Records of the Western Australian Museum. 25 (Part 2): 201–237. Diakses tanggal 25 Mei 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Bentley, P. J.; Blumer, F. C. (1962). "Uptake of water by the lizard, Moloch horridus". Nature. 194: 699–700. doi:10.1038/194699a0.
  5. ↑ Pianka, E. R.; Pianka, H. D. (1970). "The ecology of Moloch horridus (Lacertilia: Agamidae) in Western Australia". Copeia. 1970: 90–103. doi:10.2307/1441978.
  6. ↑ Australia's Thorny Devil, diakses tanggal 2007-10-31

Pustaka

Informasi lanjutan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Moloch horridus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan