Kamis, 24 September 2026
03:56 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Jyllands-Posten

Jyllands-Posten

Morgenavisen Jyllands-Posten
250px-Jyllandsposten_1871-10-02_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jyllands-Posten (edisi 2 Oktober 1871)
TipeKoran harian
FormatTabloid
PemilikJyllands-Postens Fond
PenerbitJP/Politikens Hus A/S
RedaksiMarchen Neel Gjertsen
Didirikan2 October 1871;154 tahun lalu (2 October 1871)
Pandangan politikLiberal konservatisme
Partai Rakyat Konservatif (hingga 1938)[1]
BahasaDenmark
PusatAarhus C, Denmark
Situs webwww.jyllands-posten.dk

Morgenavisen Jyllands-Posten (disingkat Jyllands-Posten, secara harfiah berarti "Jutlandia Pos" mirip misalkan "Jawa Pos") adalah surat kabar harian terbesar di Denmark. Pusat redaksinya berada di Viby J, sebuah kawasan di kota Aarhus, memiliki oplah sekitar 150.000 lembar pada hari kerja.[butuh rujukan] Sejak 2003, surat kabar tersebut diterbitkan oleh JP/Politikens Hus setelah merger dengan Politikens Hus, meski Jyllands-Posten dan Politiken masing-masing adalah dua harian yang berbeda.[butuh rujukan]

Sebagaimana disebutkan oleh Jyllands-Posten Foundation sejak 1971, Jyllands-Posten adalah harian independen yang liberal (dalam konteks kata, bukan dalam konteks Amerika kontemporer). Hingga tahun 1983, harian tersebut secara resmi mendukung Partai Konservatif, kemudian menyatakan sebagai harian independen sayap kanan (bahasa Denmark: borgerlig). [butuh rujukan]

Tahun 2004, surat kabar ini merupakan harian dengan oplah terbesar di Denmark dengan sirkulasi 158.000, dibanding dengan rivalnya Politiken (134.000) dan Berlingske Tidende (129.000).[butuh rujukan]

Jyllands-Posten memainkan peran penting dalam pemilu 2001 membawa partai sayap kanan Venstre dan pemimpinnya Anders Rasmussen ke puncak kekuasaan. Beberapa wartawan yang meliput politik parlemen dan pemerintahan kemudian dipekerjakan sebagai spin doctors dalam pemerintahannya. Pemilu 2001 terutama berfokus pada masalah imigrasi. Rasmussen berhasil meyakinkan publik yang mana ia bisa tighten yang katanya pemerintahan legislasi "reunifikasi keluarga" liberal Sosial Demokratik liberal (PM Poul Nyrup Rasmussen. Jyllands-Posten berperan dalam kampanye ini dengan artikel dan editorial yang mendukung opini Anders Fogh Rasmussen.[butuh rujukan]

Harian ini mendapat perhatian internasional luar biasa setelah publikasi 12 karikatur Nabi Muhammad pada September 2005, yang berakibat terjadinya kisis diplomatik antara Denmark dengan sejumlah negara dengan penduduk mayoritas Islam.[butuh rujukan]

Harian ini dituduh menyalahgunakan kebebasan berpendapat oleh kelompok Muslim, maupun sejumlah kelompok progresif Denmark, serta mengakibatkan kontroversi yang berdampak penarikan duta besar Denmark di Libya, Arab Saudi, dan Suriah, maupun boikot atas produk-produk Denmark di beberapa negeri Islam.[butuh rujukan]

Harian tersebut telah meminta maaf karena melecehkan umat Islam, tetapi tetap memiliki hak mencetak karikatur (dan apapun sejenisnya), yang mengatakan bahwa fundamentalisme Islam tak dapat mendikte mengenai apa yang hendak diizinkan untuk dicetak oleh surat kabar Denmark. Redaksi koran tersebut juga telah mengalami beberapa ancaman peledakan bom.[butuh rujukan]

Dalam menyikapi kontroversi, Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen menyatakan:[butuh rujukan]

"Saya mempunyai pesan yang sangat penting bagi Anda [para demonstran]: rakyat Denmark telah mempertahankan kebebasan mengungkapkan pendapat dan kebebasan beragama selama banyak generasi. Kami sangat menghormati semua agama termasuk Islam dan penting bagi saya untuk mengatakan kepada Anda bahwa rakyat Denmark tidak berniat untuk membuat orang-orang Muslim tersinggung.
Sebaliknya kami akan berusaha sekuat tenaga untuk melanjutkan tradisi historis kami untuk berdialog dan saling menghargai. Dan karena itu saya sangat menyesal bahwa banyak orang Muslim yang menganggap gambar-gambar dalam surat kabar Denmark sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad."

Lihat pula

Referensi

  1. Jyllands-Posten. "JP historie 1918 - 1939" (dalam bahasa Dansk). Diarsipkan dari asli tanggal 19 Juli 2011.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan