| Juniperus recurva | |
|---|---|
| Dedaunan pada spesimen yang dikultivasi di Britania Raya | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Cupressales |
| Famili: | Cupressaceae |
| Genus: | Juniperus |
| Spesies: | J. recurva |
| Nama binomial | |
| Juniperus recurva Buch.-Ham. ex D.Don | |
Juniperus recurva yang dikenal sebagai arar himalaya atau drooping juniper dalam bahasa Inggris, merupakan spesies arar asli wilayah Himalaya. Cakupan dari tanaman ini antara lain ada di Pakistan utara, India, Nepal, Bhutan, hingga Yunnan barat di Tiongkok barat daya. Spesies ini tumbuh pada ketinggian 3.000–4.000 meter. Di Eropa Barat, J. recurva juga dibudidayakan sebagai pohon hias, terutama dihargai karena cabang-cabangnya yang terkulai, dengan kultivar "Castlewellan" menjadi contoh yang paling populer.[2]
Taksonomi
Nama ilmiah Juniperus recurva pertama kali diterbitkan secara resmi pada tahun 1825, dengan publikasi pertamanya muncul di Prodromus Florae Nepalensis pada halaman 55. Sepanjang sejarah taksonominya, spesies ini telah diberi berbagai sinonim dan nama alternatif, termasuk Sabina recurva (Antoine, 1857), Sabinella recurva (Nakai, 1938), serta varietas seperti Juniperus recurva var. typica (Patschke, 1913), meskipun publikasi varietas ini dianggap tidak sah. Beberapa taksa yang sebelumnya dianggap berbeda, seperti Juniperus butanensis Wender. 1851, kini dikonsolidasikan sebagai bagian dari J. recurva atau dianggap sebagai sinonim yang tidak valid. Saat ini, Juniperus recurva diterima secara luas sebagai spesies yang sah dan valid.[3][4]
Deskripsi
Juniperus recurva adalah semak atau pohon besar yang dapat tumbuh hingga 6–20 meter, dan dalam kondisi langka mencapai 25 meter, dengan batang berdiameter hingga 2 meter dan mahkota yang bisa berbentuk kerucut lebar, bulat, atau tidak beraturan. Dedaunannya seperti jarum, panjang 5–10 milimeter, tersusun rapi dalam enam baris membentuk tiga lingkaran bergantian, memberikan tampilan yang rapat dan elegan, yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pecinta hortikultura. Kerucut betina berbentuk bulat hingga bulat telur, berukuran 5–10 mm panjang dan 4–7 mm diameter, berwarna biru-hitam mengkilap dengan lapisan lilin halus, dan mengandung satu biji yang matang sekitar 18 bulan setelah penyerbukan. Kerucut jantan berukuran 3–4 mm, melepaskan serbuk sarinya di awal musim semi, yang kemudian disebarkan oleh angin. Sebagai tumbuhan berumah satu, J. recurva mampu menghasilkan serbuk sari dan kerucut biji pada tanaman yang sama.[5]
Referensi
- ↑ Li, N.; Farjon, A.; Christian, T.; Rushforth, K. (2013). "Juniperus recurva". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T42247A2966352. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42247A2966352.en. Diakses tanggal 12 November 2021.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ BSBI List 2007 (xls). Botanical Society of Britain and Ireland. Diarsipkan dari asli (xls) tanggal 2015-06-26. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ↑ "Juniperus recurva Buch.-Ham. ex D.Don | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-29.
- ↑ "Juniperus recurva | International Plant Names Index". www.ipni.org. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ↑ "Juniperus recurva var. coxii - Plant Finder". www.missouribotanicalgarden.org. Diakses tanggal 2025-11-29.
| Juniperus recurva |
|
|---|---|