Sabtu, 10 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Julius Hübner

Julius Hübner

Bagikan:
250px-Julius_Huebner_Selbstportrait_1859.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret diri (1859)

Rudolf Julius Benno Hübner (27 Januari 1806 – 7 November 1882) adalah seorang pelukis sejarah Jerman dari sekolah melukis Düsseldorf. Ia juga dikenal sebagai penyair dan ayah dari Emil Hübner, seorang cendekiawan klasik.

Kehidupan

Hübner lahir di Oels, Silesia, belajar di Akademi Kesenian Prusia, Berlin di bawah bimbingan Schadow, dan di Düsseldorf. Ia mula-mula meraihperhatian karena gambarnya "Ruth dan Boaz" (1825). Ia pergi ke Italia dan singgah dalam waktu yang lama di Düsseldorf sampai 1839. Pada tahun tersebut, ia bermukim di Dresden, menjadi profesor di Akademi Kesenian pada 1841 dan direktur Galeri Lukisan pada 1871. Ia mraih medali emas besar di Brussels in 1851. He died in Loschwitz.

Karya

Beberapa karya periode pertama Hübner adalah Nelayan (1828), yang mengambil penggambaran dari kisah karya Goethe; Ruth dan Naomi (1833), di Galeri Nasional, Berlin; Yesus dan Empat Penginjil (1835); Ayub dan Para Temannya (1838), di Galeri Frankfurt; Perhatikanlah Bunga Bakung (1839); dan potret Frederick III, di Römer, Frankfurt.

Pada periode keduanya, atau saat di Dresden, meliputi Abad Keemasan dan Persengketaan Antara Luther dan Dr. Eck (1866), di Galeri Dresden; Charles V di San Yuste; Hari-Hari Terakhir Frederick Agung; Cupid di Musim Dingin, dan lain-lain.

Galeri

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Julius Hübner.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan