Kamis, 29 Oktober 2026
17:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Julius Hübner

Julius Hübner

Bagikan:
250px-Julius_Huebner_Selbstportrait_1859.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret diri (1859)

Rudolf Julius Benno Hübner (27 Januari 1806 – 7 November 1882) adalah seorang pelukis sejarah Jerman dari sekolah melukis Düsseldorf. Ia juga dikenal sebagai penyair dan ayah dari Emil Hübner, seorang cendekiawan klasik.

Kehidupan

Hübner lahir di Oels, Silesia, belajar di Akademi Kesenian Prusia, Berlin di bawah bimbingan Schadow, dan di Düsseldorf. Ia mula-mula meraihperhatian karena gambarnya "Ruth dan Boaz" (1825). Ia pergi ke Italia dan singgah dalam waktu yang lama di Düsseldorf sampai 1839. Pada tahun tersebut, ia bermukim di Dresden, menjadi profesor di Akademi Kesenian pada 1841 dan direktur Galeri Lukisan pada 1871. Ia mraih medali emas besar di Brussels in 1851. He died in Loschwitz.

Karya

Beberapa karya periode pertama Hübner adalah Nelayan (1828), yang mengambil penggambaran dari kisah karya Goethe; Ruth dan Naomi (1833), di Galeri Nasional, Berlin; Yesus dan Empat Penginjil (1835); Ayub dan Para Temannya (1838), di Galeri Frankfurt; Perhatikanlah Bunga Bakung (1839); dan potret Frederick III, di Römer, Frankfurt.

Pada periode keduanya, atau saat di Dresden, meliputi Abad Keemasan dan Persengketaan Antara Luther dan Dr. Eck (1866), di Galeri Dresden; Charles V di San Yuste; Hari-Hari Terakhir Frederick Agung; Cupid di Musim Dingin, dan lain-lain.

Galeri

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Julius Hübner.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan