Minggu, 25 Oktober 2026
04:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
John Beaufort

John Beaufort

Bagikan:
Adipati Somerset
250px-Arms_of_John_Beaufort%2C_1st_Earl_of_Somerset.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Beaufort, Earl dan Adipati Somerset
Earl Somerset
PendahuluHenry Beaufort, Earl Kedua
PenerusEdmund Beaufort, Earl Keempat, Adipati Kedua
AyahJohn Beaufort, Earl Pertama
IbuMargaret Holland
PasanganMargaret Beauchamp dari Bletso
KeturunanMargaret Beaufort
WangsaWangsa Beaufort

John Beaufort, Adipati Pertama Somerset, KG (1403 – 27 Mei 1444) merupakan seorang bangsawan Inggris dan seorang komandan militer.

Keluarga

Dibaptis pada tanggal 25 Maret 1404, ia merupakan putra kedua John Beaufort, Earl Somerset dan Margaret Holland, dan menggantikan kakandanya Henry Beaufort untuk menjadi Earl Ketiga Somerset pada tahun 1418. Ia juga merupakan Earl Pertama Kendal.

Kampanye Prancis

Earl muda bertempur di dalam kampanye sepupunya Henry V di Prancis pada tahun 1419. Pada tahun 1421 ia menemani adik laki-laki Raja Thomas dari Lancaster untuk pertempuran di Anjou. Thomas terbunuh di medan Pertempuran Baugé sementara Somerset dan adiknya ditangkap. Pada tanggal 25 Maret 1425, Somerset mencapai usia dewasa, tetapi wilayah ayahandanya harus dikelola oleh ibundanya selama tiga belas tahun berikutnya sampai ia dibebaskan dari tahanan.

Ia tetap dipenjara sampai tahun 1438, dan setelah ditebus, menjadi salah satu komandan Inggris terkemuka di Prancis.[1]

Adipati Somerset: seorang prajurit

Pada tahun 1443 ia dinobatkan sebagai Adipati Somerset dan Earl Kendal, dijadikan Order of the Garter, dan ditunjuk sebagai Kapten-Jenderal Guiana. Ia menikahi Margaret Beauchamp dari Bletso pada tahun 1439. Ia memimpin sebuah periode di mana Inggris kehilangan banyak wilayah di Prancis, dan ia terbukti sebagai seorang komandan yang buruk. Adipati Humphrey dari Lancaster, pemangku takhta bocah Henry VI dari Inggris, tidak dapat mengendalikan administrasi istana dan keuangan, yang menyebabkan pelanggaran hukum yang meluas. Pada awal protektorat kedua Richard, Adipati York, Gloucester menolak jabatan Letnan-Gubernur, yang kemudian ditawarkan ke Somerset. Dari jabatan ini, ia mendapat gaji sebesar 600 pound dan menjadi Letnan-Jenderal untuk berperang bahkan setelah penunjukan York pada tanggal 2 Juli 1440.

Somerset diangkat sebagai Admiral Laut ke komando tentara Lord Talbot.[2] Talbot mengepung Harfleur dari Agustus 1440, yang selama lima bulan berada di tangan Prancis. Raja Charles VII dari Prancis mengirim tentara besar di bawah Richemont. Inggris menggali sebuah parit dengan hanya 1000 orang, sementara skuadron Somerset mencegah pendaratan Prancis lewat laut, menggunakan pemanah untuk menyambut musuh dari jarak dekat. Frustrasi, tentara Prancis mengundurkan diri ke Paris, mengangkat pengepungan. Kota itu menyerah kepada Inggris dan dikuasai kembali. York marah bahwa pamanda John, Kardinal Henry Beaufort, harus menyarankan raja untuk menuntut perdamaian. Somerset menasihati Raja Henry bahwa perdamaian itu bersifat kemanusiaan dan bahwa raja Prancis bertekad untuk merebut Pontoise.[3] Ketika York tiba di Normandia pada tahun 1441 untuk berkampanye, Somerset telah mengundurkan diri. Namun jatuhnya Pontoise ke tangan Adipati Orléans pada bulan September 1441 melemahkan kelompok-kelompok garnisun Inggris, dan di Gascogne, situasinya bahkan lebih buruk lagi.[4] Beaufort mengirim Sir Edward Hull, yang tiba di Bordeaux pada tanggal 22 Oktober 1442 untuk memberi tahu York bahwa sebuah tentara besar akan tiba yang dikomando oleh Somerset. York diperintahkan untuk memperkuat Rouen; karena raja dan Dauphin Prancis mengancam Bordeaux dan Aquitaine dan merebut kota Dax. Somerset gentar; York ditahan saat Guiana direbut.

Sementara itu, Adipati York, yang bertempur di samping seorang penyusun taktik Lord Talbot, telah ditunjuk sebagai Letnan untuk seluruh Prancis. Dengan istri Adipati Gloucester Eleanor yang dituduh berkhianat, Somerset mengambil kesempatan tersebut pada bulan April 1443 untuk mengumumkan dirinya sebagai Letnan Aquitaine dan Jenderal-Kapten Guiana. Pada saat itu, negosiasi yang dimulai Somerset saat Kapten-Jenderal Calais gagal. Kedua faktor ini mengubah York melawan Beaufort. Namun jerami terakhir adalah pembayaran £25,000 ke Somerset sementara York tetap berhutang banyak. Selanjutnya, Guiana mengkonsumsi sumber daya berharga yang diperuntukkan bagi Normandia.[5]

Pada bulan Agustus 1443, Somerset memimpin 7,000 orang ke Cherbourg, dan berjalan ke selatan Gascogne; Adipati tersebut jatuh sakit. Ia mengarah ke Guerche, kota Breton dimana Inggris telah menandatangani sebuah Perjanjian Perdamaian. Namun Somerset membebaskan semua tahanan, menerima uang dari Adipati Bretagne. Berbaris tanpa tujuan melalui Maine, ia kembali musim dingin itu ke Inggris.[6] Kematiannya pada tahun 1444 mungkin karena bunuh diri.[7]Kematiannya, dan juga pamandanya kardinal, menandai berakhirnya pengaruh Beaufort, dan membiarkan pintu terbuka bagi William de la Pole, Adipati Pertama Suffolk untuk mendominasi pemerintahan.[8] Namun efek abadi dari kejadian ini adalah kebencian besar di antara Wangsa York dan sisa anggota keluarga Beaufort.

Keturunan

Keturunan tak sah dari John Beaufort:

  1. Jacinda (juga dipanggil Thomasine; tahun 1434 – setelah tahun 1469) menikahi Reginald Grey, Baron Ketujuh Grey de Wilton
  2. Thomasine Beaufort (sebelum tahun 1444 – tahun 1494)
  3. John dari Somerset (tahun 1444 – 1453)

Anak John Beaufort dan Margaret Beauchamp dari Bletso:

  1. Margaret Beaufort (31 Mei 1443 – 29 Juni 1509), ibunda Henry VII

Silsilah

Silsilah John Beaufort
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16. Edward II dari Inggris
 
 
 
 
 
 
 
8. Edward III dari Inggris
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
17. Isabella dari Prancis
 
 
 
 
 
 
 
4. John dari Gaunt, Adipati Pertama Lancaster
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
18. Willem I dari Hainaut
 
 
 
 
 
 
 
9. Philippa dari Hainaut
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
19. Jeanne dari Valois
 
 
 
 
 
 
 
2. John Beaufort dari Somerset
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
10. Payne de Roet
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5. Katherine Swynford
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1. John Beaufort, Adipati Pertama Somerset
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
24. Robert de Holland
 
 
 
 
 
 
 
12. Thomas Holland
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
25. Maud la Zouche
 
 
 
 
 
 
 
6. Thomas Holland II
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
26. Edmund dari Woodstock
 
 
 
 
 
 
 
13. Joan dari Kent
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
27. Margaret Wake
 
 
 
 
 
 
 
3. Margaret Holland
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
28. Edmund FitzAlan
 
 
 
 
 
 
 
14. Richard FitzAlan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
29. Alice de Warenne
 
 
 
 
 
 
 
7. Alice FitzAlan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
30. Henry dari Lancaster
 
 
 
 
 
 
 
15. Eleanor dari Lancaster
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
31. Maud Chaworth
 
 
 
 
 
 

Referensi

  1. ↑ Harriss, G.L. Cardinal Beaufort: A Study of Lancastrian Ascendancy and Decline. Oxford: Clarendon, 1988.
  2. ↑ Burne 2005, hlm. 422. sfn error: tanpa target: CITEREFBurne2005 (bantuan)
  3. ↑ Burne 2005, hlm. 426. sfn error: tanpa target: CITEREFBurne2005 (bantuan)
  4. ↑ Oxford History of England, 1399–1485, p. 470
  5. ↑ Oxford History of England, 1399-1485, 468
  6. ↑ Burne, A, 'The Hundred Years War', Folio, (London 2005), 435-6
  7. ↑ Harriss, G. L. (2004). "Beaufort, John, duke of Somerset (1404–1444)". Oxford Dictionary of National Biography. Oxford: Oxford University Press. doi:10.1093/ref:odnb/1862.{{cite encyclopedia}}: |access-date= memerlukan |url=
  8. ↑ Burne, op cit., 438
Bangsawan Inggris
Jabatan baru Adipati Somerset
1443–1444
Punah
Didahului oleh:
Henry Beaufort, Earl Kedua
Earl Somerset
1418–1443
Diteruskan oleh:
Edmund Beaufort,
Earl Keempat, Adipati Kedua

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan