Minggu, 01 November 2026
02:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Johann Ernst

Johann Ernst

Bagikan:
Johann Ernst
Adipati Sachsen-Coburg
Landgraf Thüringen
250px-Johann_Ernst_of_Saxony_%28DE_smbGG_55-2%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berkuasa1542–1553
PendahuluJohann Friedrich I
PenerusJohann Friedrich II
Lahir(1521-05-10)10 Mei 1521
Coburg
Meninggal8 Februari 1553(1553-02-08) (umur 31)
Coburg
AyahJohann dari Sachsen
IbuMargarete dari Anhalt-Köthen
WangsaWangsa Wettin
garis keturunan Ernestine
AgamaLutheran

Johann Ernst (10 Mei 1521 – 8 Februari 1553) adalah Adipati dari Sachsen-Coburg.

Johann Ernst lahir di Coburg sebagai putra ketiga (namun akhirnya menjadi anak kedua karena kematian saudara) dan bungsu dari Johann dari Sachsen dan istri keduanya, Margarete dari Anhalt-Köthen. Setelah kematian ayahandanya pada tahun 1532, saudaranya Johann Friedrich I, menerima gelar Elektor Sachsen. Johann Ernst lalu mengambil bagian bersama kakandanya untuk menguasai dan memimpin wilayah Elektorat Sachsen.

Pada tahun 1542 Johann Friedrich I memutuskan untuk berkuasa sendiri, dan menyerahkan wilayah Franconia milik Wangsa Wettin (Coburg, Eisfeld, dll.) kepada Johann Ernst. Hal ini berjalan hingga tahun 1547 (setelah Pertempuran Mühlberg). Setelah Johann Ernst meninggal tanpa pernah menikah dan tidak memiliki keturunan, kota-kota kekuasaanya jatuh ke tangan Johann Friedrich.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan