Minggu, 25 Oktober 2026
14:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Johann Bengel

Johann Bengel

Bagikan:
250px-Johann_Albrecht_Bengel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Johann Albrecht Bengel

Johann Albrecht Bengel adalah salah satu tokoh cendekiawan Alkitab dari Jerman yang tekun mempelajari naskah Perjanjian Baru.[1] Bengel juga seorang pastor di gereja Lutheran.[1] Sejak usianya masih muda, ia merasa sangat terganggu ketika menemukan banyaknya perbedaan dalam manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru. Ia kemudian berusaha mempelajari apa bentuk asli dari suatu kata yang dinilai meragukan.[1] Ia lalu sampai pada kesimpulan bahwa bagian yang lebih sulit lebih baik daripada bagian yang lebih mudah.[1] Maksudnya, kemungkinan besar ketika seseorang mengubah naskah Kitab Suci, mereka memilih untuk mengubah bagian yang dianggap lebih sulit sehingga menjadi lebih sederhana.[1] Dengan demikian, untuk mengetahui apakah isi sebuah naskah itu yang paling tua atau bahkan yang asli, Bengel mengusulkan untuk lebih memilih bagian yang lebih sulit dijelaskan.[1] Bengel kemudian menjadi seorang ahli tafsir naskah Alkitab.[1] Ia banyak membuat catatan panjang mengenai semua kitab Perjanjian Baru dan mengeksplorasi persoalan-persoalan terkait tata bahasa, sejarah dan tafsirannya secara mendalam.[1] Bengel juga turut mengembangkan penafsiran terhadap nubuat-nubuat dalam Alkitab yang sering dipakai Johannes Cocceius.[2] Karya-karyanya tersebut ditulisnya dengan lugas dan menarik.[1] Pada tahun 1734, Bengel menerbitkan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani.[1]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 {id} Bart D.Erhman. 2006. Misquoting Jesus:Kesalahan Penyalinan Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: Gramedia. Hlm. 117-19.
  2. ↑ {en} Trevor A.Hart (ed). 2000. The Dictionary of Historical Theology. Grand Rapids: William & Eerdmans Publishing. 133.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan