Senin, 02 November 2026
04:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Johan Wagenaar

Johan Wagenaar

Bagikan:
330px-Johan_Wagenaar_1912_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Johan Wagenaar in 1912
60px-WP-TranslationProject_TwoFlags.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailHalaman artikel ini diterjemahkan, sebagian atau seluruhnya, dari halaman di en.wikipedia yang berjudul (Tolong cantumkan nama artikel sumber terjemahan). Lihat pula sejarah suntingan halaman aslinya untuk melihat daftar penulisnya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Johan Wagenaar" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Johan Wagenaar (lahir 1 Nopember 1862 – meninggal 17 Juni 1941) adalah seorang komposer dan organis berkebangsaan Belanda. Terlahir di Utrecht, dari orang tua yang menikah dibawah tangan, dia adalah seorang anak dari ayah berkebangsaan Cyprus, Gerard Berger van Hengst dan Johanna Wagenaar.[1] Orang tua keduanya memiliki perbedaan strata sosial: ayahnya adalah seorang aristokrat, sementara ibunya berasal dari kalangan orang biasa.[1] Karena alasan ini lah orang tua Wagenaar tidak menikah, dan Wagenaar memperoleh nama marganya dari pihak ibunya.[1] Hidupnya diisi dengan kebencian akan ayahnya, begitu juga dengan ayahnya yang selalu menjauhinya.[2]

Bakat musiknya telah terlihat semenjak masih kanak-kanak.[3] Namun, dia tidak mendapatkan pendidikan formal di bidang musik hingga menginjak usai 13 tahun. Proses pembelajarannya musiknya bertahap dari pendalaman piano, biola, teori-teori, dan komposisi.[3] Dia belajar di bawah bimbingan seorang komposer Richard Hol dan seorang organis Samuel de Lange, Jr. Pada tahun 1892, dia belajar dengan kawan Brahms, Heinrich von Herzogenberg di Berlin, secara spesifik Ia mempelajarai teknik counterpoint.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 van Hasselt, Luc, Notes to Decca CD recording of music of Johan Wagenaar, Catalog Number 425-833-2, 1990 (translated by Tilly Mulder).
  2. ↑ Jaap van Benthem (2004) Johan Wagenaar (1862–1941): Leven en werk van een veelzijdig kunstenaar. Walburg Press, Zutphen, ISBN 90-5730-334-5
  3. 1 2 3 Jos Wouters and Harrison Ryker. "Wagenaar, Johan." In Grove Music Online. Oxford Music Online. (Subscription required). Accessed 29 January 2009.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan