Selasa, 27 Oktober 2026
13:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Jerapah utara

Jerapah utara

spesies jerapah yang diajukan, asli dari Afrika Utara

Bagikan:
Jerapah utara
250px-Rothschild%27s_giraffe_%28Giraffa_camelopardalis_rothschildi%29_-_Murchison_Falls_National_Park.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Taman Nasional Murchison Falls
CITES Apendiks II (CITES)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Giraffidae
Genus: Giraffa
Spesies:
G. camelopardalis
Nama binomial
Giraffa camelopardalis
Linnaeus, 1758

Jerapah utara (Giraffa camelopardalis), atau yang juga dikenal sebagai jerapah tiga-tanduk,[2] adalah spesies tipe jerapah, G. camelopardalis, serta berasal dari Afrika Utara. Meski demikian, terdapat beberapa hipotesis-hipotesis taksonomis yang mengusulkan jerapah utara sebagai spesiesnya sendiri.[3]

Sebelumya umum ditemukan di sekujur Afrika sejak abad ke-19, jerapah utara tersebar dari Senegal, Mali dan Nigeria dari Afrika Barat ke utara hingga Mesir.[4] Jerapah afrika barat yang serupa, yang hidup di Aljazair dan Maroko pada masa prasejarah, belakangan punah karena iklim kering Sahara.[4][5][6]

Secara keseluruhan, jerapah dianggap sebagai hewan rentan oleh Daftar Merah IUCN, karena populasi globalya diyakini mencakup sekitar 97,000 individu per tahun 2016.

Deskripsi

Biasa dikelirukan dengan jerapah selatan, jerapah utara dibedakan dari ukuran dan bentuk dua tonjolan mirip tanduknya yang khas, yang dikenal sebagai osikon, di dahi mereka; osikonnya lebih panjang dan besar daripada yang ada pada jerapah selatan. Jantan memiliki osikon silindris ketiga di tengah kepalanya, tepat di atas matanya, yang sepanjang 76 hingga 127 mm (3 hingga 5 in).[2]

Referensi

  1. ↑ Muller, Z.; Bercovitch, F.; Brand, R.; Brown, D.; Brown, M.; Bolger, D.; Carter, K.; Deacon, F.; Doherty, J.B.; Fennessy, J.; Fennessy, S.; Hussein, A.A.; Lee, D.; Marais, A.; Strauss, M.; Tutchings, A.; Wube, T. (2018) [amended version of 2016 assessment]. "Giraffa camelopardalis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T9194A136266699. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T9194A136266699.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 De Winton, W.E. (1897). "Remarks on the existing forms of Giraffe". Proceedings of the Zoological Society of London (February): 273–285.
  3. ↑ Petzold, A.; Hassanin, A. (2020). "A comparative approach for species delimitation based on multiple methods of multi-locus DNA sequence analysis: A case study of the genus Giraffa (Mammalia, Cetartiodactyla)". PLOS ONE. 15 (2): e0217956. Bibcode:2020PLoSO..1517956P. doi:10.1371/journal.pone.0217956. PMC 7018015. PMID 32053589.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. 1 2 Hassanin, A.; Ropiquet, A.; Gourmand, A.-L.; Chardonnet, B.; Rigoulet, J. (2007). "Mitochondrial DNA variability in Giraffa camelopardalis: consequences for taxonomy, phylogeography and conservation of giraffes in West and central Africa". Comptes Rendus Biologies. 330 (3): 265–274. doi:10.1016/j.crvi.2007.02.008. PMID 17434121.
  5. ↑ Dagg, A.I. (2014). Giraffe: Biology, Behaviour and Conservation. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9781107729445.
  6. ↑ Wendorf, F.; Schild, R. (2013). Holocene Settlement of the Egyptian Sahara: Volume 1: The Archaeology of Nabta Playa. Springer Science & Business Media. ISBN 9781461506539.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan