Senin, 26 Oktober 2026
18:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Jenang Kudus

Jenang Kudus

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
250px-Jenang_asli_Kudus.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenang Kudus

Jenang Kudus adalah makanan sejenis dodol Garut yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Jenang Kudus merupakan oleh-oleh khas dari Kudus. Jenang ini biasanya dijual dalam potongan-potongan kecil, biasanya dibungkus dengan plastik, dan dimasukkan ke dalam kemasan dus atau mika plastik.[1] Di Kudus, ada ratusan industri rumahan pembuat jenang Kudus.[1] Rasa dari jenang Kudus adalah manis.[2] Proses produksi dan adonan bahan tradisional mudah dikerjakan walau secara manual dan mempekerjakan sumber daya manusia yang relatif banyak.[2]

Makna Budaya

Sejarah panjang jenang Kudus menjadikan salah satu komoditas besar jenang di Kudus mendirikan museum untuk dapat dinikmati budaya dan sejarah awalnya. Pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan dan sejarah dari generasi pertama sampai dengan generasi selanjutnya. Jenang Kudus menjadi salah satu objek akulturasi budaya yang sangat erat dengan nilai-nilai agama sebelumnya yaitu agama Hindu ke agama Islam.[3]

Penetapan sebagai Warisan Budaya

Pada tahun 2022 Pemerintah Indonesia telah menetapkan jenang Kudus sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dengan kode referensi AA001651.[4]

Referensi

  1. 1 2 "KoranTempo". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-30. Diakses tanggal 2010-03-06.
  2. 1 2 "Facebook (Jenang Kudus)". Diakses tanggal 2010-03-06.
  3. ↑ saniyatun, Nugrahaini (2025). "EKSPLORASI KONSEP SAINS DALAM PEMBUATAN JENANG KUDUS: PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK KEBERLANJUTAN BUDAYA". Lentera Sains. Vol. 15 No. 2.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan
  4. ↑ "Jenang Kudus". Budaya Kita. Diakses tanggal 22 Februari 2026.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan