Jembatan Berok merupakan bagian Barat pada sebuah Benteng yang disebut dengan de Europeesche Buurt. [1]
Fakta Jembatan Berok
Hingga pada tahun 1960 an sungai yang disebut dengan Kali Semarang ini masih berfungsi sebagai prasarana angkutan perahu untuk melayani angkutan dari Laut Jawa ke Pedalaman Kota Semarang dan sebaliknya yang melintas di tepi Barat Kota Lama dengan Jembatan Berok.[2]
Pada tahun 1920 an di sisi Selatan Jembatan Berok terlihat Gedung Het Groote Huis, kantor residen Semarang pada era kolonial, dan sekarang digunakan untuk Kantor Keuangan yang dikenal dengan Gedung Papak.[3]
Daftar Referensi
- ↑ Septiawan, Firmanda Dwi (2022-02-28). "Sejarah Salah Satu Kota Kolonial di Jawa Tengah "Semarang"". HEURISTIK: Jurnal Pendidikan Sejarah. 2 (1): 7–12. doi:10.31258/hjps.2.1.7-12. ISSN 2776-2998.
- ↑ Yuliati, Dewi (2019-06-21). "Mengungkap Sejarah Kota Lama Semarang dan Pengembangannya Sebagai Asset Pariwisata Budaya". Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi. 3 (2). ISSN 2598-3040.
- ↑ Yuliati, Dewi (2019-06-21). "Mengungkap Sejarah Kota Lama Semarang dan Pengembangannya Sebagai Asset Pariwisata Budaya". Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi. 3 (2). ISSN 2598-3040.