Rabu, 07 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara

Jathilan Wiroyudho

Bagikan:

Jathilan Wiroyudho merupakan slah satu jenis Kuda Lumping kontemporer kreasi baru yang berkembang di Temanggung, juga disebut dengan Jathilan Temanggungan.

Awal Mula

250px-Pentas_Seni_Kuda_Lumping_Desa_Tanurejo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penari Jathilan Wiroyudho

Jathilan Wiroyudho merupakan hasil pengembangan kerasi baru dari Jathilan Warok yang ada di sekitar perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah yang ada sekitar tahun 2000. Jathilan Wiroyudho memiliki ciri khas yang unik, yakni meskipun kategori budaya Jawa bagian Ponorogo tetapi menggunakan pakaian dan arasamen musik khas Bali, hal itu karena orang-orang yang tinggal di pedesaan Temanggung menganggap seni budaya Bali sangat indah dan Mewah dari segi pakaian, musik dan susah ditemukan diluar Bali.

Dengan berjalannya waktu, ditambahkannya beberapa karakter dan tari dari Bali seperti Rangda, Barong ket, tari Cendrawasih, topeng tua dan Punakawan Bali. Namun, bagi yang membawakan alur babad Bantarangin atau Ponorogo yang ditampilkan Macanan Singo Barong hasil Kreasi yang dibuat semirip mungkin yang kemudian ditunggangi oleh penari berpakaian burung Merak.

Para pemain penunggang Kuda berpakaian khas Bali dengan rias khas Warok, Berambut gondrong gimbal. Biasanya, terdapat gelar bagi pemimpin dengan membawa Pecut Samandiman jenis lemas yang disebut Wiroyudho, Patih atau pendamping disebut Wiropati dan prajurit disebut Wirojurit.[1]

Diprotes Bali

Pada Tahun 2017 Seniman Bali pernah melayangkan protes atas keresahan seniman Bali atas digunakannya kesenian Bali secara tidak beraturan oleh kelompok seni Jathilan Wiroyudho, hal itu karena tidak ada izin ke seniman Bali atas kolaborasi terus-menerus terkait Jathilan Wiroyudho ini. Selain itu terdapat pakem dan kewajiban yang tidak dilaksankan, seperti penari Rangda yang seharusnya dibawakan oleh seseorang yang hafal mantra bahasa kawi tetapi tidak dapat ditemukan pada penari rangda pada Jathilan Wiroyudho, hingga dilaksankannya saresahan yang dihadiri Didik Nini Thowok, Pakar Jathilan Temanggung Kartika Mutiara Sakti, Ketua Saresahan Yudha Sudarmaji, Seniman Senior Jathilan Temanggungan Mbah Gajul Meski demikian seni Jathilan Wiroyudo khas Temanggung tetap berlanjut.[2]

Referensi

  1. ↑ "Yang Unik dari Temanggung, Paduan Kuda Lumping & Leak Bali". detikTravel. Diakses tanggal 2022-11-29.
  2. ↑ Merdeka, Suara (22 maret 2017). "Jaran Kepang Temanggung Diprotes Seniman Bali". Suara Merdeka. Diakses tanggal 29 November 2022.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan