Rabu, 21 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Jaringan televisi Islam

Bagikan:

Jaringan televisi Islam adalah format jaringan televisi yang diselenggarakan sebagai respons terhadap preferensi pemirsa Muslim. Jaringan televisi Islam merupakan sebuah media alternatif yang mengusung nilai-nilai sosial-keagamaan umat Muslim.[1][2]

Sejarah

Sejak siaran televisi pertama kali dimulai pada 1950-an dan 1960-an, banyak program Islam dibuat.[3] Para sarjana mengidentifikasi Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 sebagai salah satu latar belakang bertumbuhnya acara bernapaskan Islam.[1] Hadirnya televisi satelit di Arab berkontribusi pada berkembangnya jaringan dan program Islam sejak 1990-an.[1][4] Ketika banyak jaringan televisi Islam dimiliki oleh Muslim Arab, jaringan televisi Islam lainnya menunjukkan keragaman yang cukup besar dalam hal suku bangsa, bahasa, dan mazhab.[1] Meningkatnya akses internet pada tahun 2000-an memungkinkan jaringan televisi Islam daring memperoleh popularitas hampir secara global.[5]

Banyak imam yang berminat untuk berdakwah menggunakan Internet dan media satelit sebagai platform banyak menawarkan hubungan erat dan luas terhadap pemirsa.[6] Sebelum munculnya jaringan televisi, kebanyakan imam di dunia Arab tidak memiliki platform media resmi. Mereka berdakwah melalui ceramah, khotbah, dan kajian di masjid-masjid, yang direkam dan didistribusikan dalam format kaset, CD, dan buku.[3] Selain stasiun TV Sunni dan Sunni-Salafiyah, ada sejumlah stasiun televisi Islam dalam bahasa lain, seperti Persia, yang ditujukan kepada pemirsa Syiah.[1]

Banyak acara televisi Islam Sunni dan Sunni-Salafi dibawakan oleh imam-imam yang tidak berafiliasi dengan Universitas Al-Azhar.[7] Hal ini dikarenakan para sarjana Al-Azhar sering memperdebatkan dan mengkritik aspek televisi Islam.[8] Banyak TV satelit Islam yang dianggap berorientasi Salafiyah atau Wahhabisme. Acara-acara ini cenderung populer di kalangan Muslim kelas menengah di dunia Arab, terutama bagi masyarakat yang pernah tinggal atau beremigrasi ke negara-negara Teluk.[3] Untuk komunitas minoritas Muslim dan imigran, media televisi Islam dapat mendorong identitas Pan-Islam.[1]

Banyak jaringan televisi Islam menghadapi bermacam-macam isu yang berkaitan dengan cara Islam dipraktikkan secara global, serta harus dibedakan dari jaringan televisi Islamisme. Stasiun televisi Islamisme menunjukkan sebuah media yang dianggap mendukung interpretasi agama secara “fundamentalis” atau “ekstremis".

Pertumbuhan

Iqraa adalah stasiun televisi Islam pertama yang diluncurkan oleh pengusaha Saudi Saleh Abdullah Kamel pada tahun 1998 sebagai bagian dari Arab Radio & Television Network (ART).[9] Tiga tahun berikutnya, sekurang-kurangnya 27 jaringan TV satelit Islam juga dibentuk, menandai bertumbuhnya "fenomena saluran keagamaan".[4][5]

Fenomena ini semakin berkembang, dengan lebih dari 80 jaringan televisi Islam yang ada saat ini.[10] Selain itu, lebih dari 600 stasiun TV satelit Arab menyuguhkan acara-acara Islami dengan beragam jenis dan format.[5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Rinnawi, Khalil (2013). ‘When Global Meets Local’ in Media Arabic. hlm. 157.
  2. ↑ "Religious Islamic Satellite Channels: A Screen That Leads You to Heaven" (PDF). Mohamed El-Sayed. 2009. Diakses tanggal 2012-04-17.[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 "The Impact of Arab Satellite Television on Culture and Value Systems in Arab Countries: Perspectives and Issues". Mohammed L. Ayish in ‘Transnational Broadcasting Studies’. 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-03-28. Diakses tanggal 2013-03-02.
  4. 1 2 "Islamic Satellite Channels' Popularity Booming". Asharq al-Awsat. 2010-09-05. Diakses tanggal 2013-03-22.[pranala nonaktif permanen]
  5. 1 2 3 "Blog Buzz: New Islamic TV Spreads across Mideast". Nada Garrett. 2012-11-05. Diakses tanggal 2013-03-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  6. ↑ "Religious Islamic Satellite Channels: A Screen That Leads You to Heaven" (PDF). Mohamed El-Sayed. 2009. Diakses tanggal 2012-04-17.[pranala nonaktif permanen]
  7. ↑ "Religious Islamic Satellite Channels: A Screen That Leads You to Heaven" (PDF). Mohamed El-Sayed. 2009. Diakses tanggal 2012-04-17.[pranala nonaktif permanen]
  8. ↑ "Religious Islamic Satellite Channels: A Screen That Leads You to Heaven" (PDF). Mohamed El-Sayed. 2009. Diakses tanggal 2012-04-17.[pranala nonaktif]
  9. ↑ "Islamic Satellite Channels and Their Impact on Arab Societies: Iqra Channel-a Case Study". Abdul Qader Tash on ‘Transnational Broadcasting Studies’. 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-03-29. Diakses tanggal 2013-03-20.
  10. ↑ "Islamic Conference of Information Ministers to Consider New Satellite Channel". Andy Sennitt. 2009-01-25. Diakses tanggal 2013-03-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan