Senin, 12 Oktober 2026
08:58 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km

Jarak genetik

Bagikan:

Jarak genetik adalah perselisihan genetik antara spesies atau antara populasi dalam satu spesies tertentu. Jarak genetik diukur dengan berbagai parameter. Jarak genetik yang kecil menunjukkan hubungan genetik yang dekat dan sebaliknya, jarak genetik yang besar menunjukkan hubungan genetik yang jauh. Jarak genetik dapat digunakan untuk membandingkan persamaan genetik antara spesies yang berbeda, seperti misalnya manusia dan simpanse. Dalam satu spesies tertentu, jarak genetik dapat digunakan untuk mengukur perselisihan antara subspesies yang berbeda.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, jarak genetik antara dua populasi adalah perbedaan dalam frekuensi satu ciri tertentu. Misalnya frekuensi individu dengan RH negatif adalah 50,4% di kalangan orang Basque, 41,2% di Prancis dan 41,1% di Inggris. Ini berarti bahwa perbedaan genetik antara orang Basque dan orang Prancis untuk ciri RH negatif adalah 9,2%, dan antara orang Prancis dan Inggris 0,1%.

Jarak genetik untuk beberapa ciri individu dapat dihitung secara rata-rata untuk menghitung suatu jarak genetik keseluruhan.[1]

Definisi

Jarak genetik adalah jarak yang memisahkan dua gen dalam kromosom yang sama. Sturtevant,[2] salah satu siswa Morgan, menulis jarak antara dua gen dalam satuan peta. Kini, istilah yang dipakai adalah "centimorgan" (cM) sebagai penghormatan terhadap Morgan.

Sejarah

Bertolak dari penemuan gen terkait dan kombinasi ulang dari emjambement, salah satu siswa Morgan, Alfred Sturtevant, mengembangkan suatu metode untuk menyusun suatu peta genetik, yaitu suatu daftar teratur dari loci di sepanjang suatu kromosom.

Alfred Sturtevant mulai kariernya di bidang genetika tahun 1911 sebagai mahasiswa tingkat S2 di laboratorium pakar genetika ternama Thomas Hunt Morgan. Morgan memercayakan ke Sturtevant tugas menerangkan sejumlah data.

Catatan Kaki

  1. ↑ L. L. (Luigi Luca) Cavalli-Sforza, Genes, Peoples, and Languages, ISBN 0-520-22873-1
  2. ↑ Dia yang menyusun peta genetik partama tahun 1913

Daftar pustaka

  • Griffiths, Gelbart, Miller, Lewontin: Analyse Génétique Moderne, 1ère édition, Chapitre 5, 2001, De Boeck Université
  • Rossignol, Berger, Deutsch, Fellous, Lamour-Isnard, Ozier-Kalogeropoulos, Picard, de Vienne: Génétique, Chapitre 5, 2000, Paris, DUNOD
  • Étienne, Clauser, Housset, Roingeard: Biochimie génétique. Biologie moléculaire, 9ème édition, Chapitre 8, 2006, MASSON
  • Campbell et Reece: Biologie, 7ème édition, Chapitre 13, 2007, PEARSON Education
  • Alberts, Bray, Hopkin, Johnson, Lewis, Raff, Roberts, Walter: L'Essentiel de la Biologie Cellulaire, 2ème édition, Chapitre 20, 2005, Paris, FLAMMARION
  • Watson, Baker, Bell, Gann, Levine, Losick: Biologie moléculaire du gène, 6ème édition, Partie 1.5, 2009, PEARSON Education
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan