Minggu, 01 November 2026
13:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Jarak genetik

Bagikan:

Jarak genetik adalah perselisihan genetik antara spesies atau antara populasi dalam satu spesies tertentu. Jarak genetik diukur dengan berbagai parameter. Jarak genetik yang kecil menunjukkan hubungan genetik yang dekat dan sebaliknya, jarak genetik yang besar menunjukkan hubungan genetik yang jauh. Jarak genetik dapat digunakan untuk membandingkan persamaan genetik antara spesies yang berbeda, seperti misalnya manusia dan simpanse. Dalam satu spesies tertentu, jarak genetik dapat digunakan untuk mengukur perselisihan antara subspesies yang berbeda.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, jarak genetik antara dua populasi adalah perbedaan dalam frekuensi satu ciri tertentu. Misalnya frekuensi individu dengan RH negatif adalah 50,4% di kalangan orang Basque, 41,2% di Prancis dan 41,1% di Inggris. Ini berarti bahwa perbedaan genetik antara orang Basque dan orang Prancis untuk ciri RH negatif adalah 9,2%, dan antara orang Prancis dan Inggris 0,1%.

Jarak genetik untuk beberapa ciri individu dapat dihitung secara rata-rata untuk menghitung suatu jarak genetik keseluruhan.[1]

Definisi

Jarak genetik adalah jarak yang memisahkan dua gen dalam kromosom yang sama. Sturtevant,[2] salah satu siswa Morgan, menulis jarak antara dua gen dalam satuan peta. Kini, istilah yang dipakai adalah "centimorgan" (cM) sebagai penghormatan terhadap Morgan.

Sejarah

Bertolak dari penemuan gen terkait dan kombinasi ulang dari emjambement, salah satu siswa Morgan, Alfred Sturtevant, mengembangkan suatu metode untuk menyusun suatu peta genetik, yaitu suatu daftar teratur dari loci di sepanjang suatu kromosom.

Alfred Sturtevant mulai kariernya di bidang genetika tahun 1911 sebagai mahasiswa tingkat S2 di laboratorium pakar genetika ternama Thomas Hunt Morgan. Morgan memercayakan ke Sturtevant tugas menerangkan sejumlah data.

Catatan Kaki

  1. ↑ L. L. (Luigi Luca) Cavalli-Sforza, Genes, Peoples, and Languages, ISBN 0-520-22873-1
  2. ↑ Dia yang menyusun peta genetik partama tahun 1913

Daftar pustaka

  • Griffiths, Gelbart, Miller, Lewontin: Analyse Génétique Moderne, 1ère édition, Chapitre 5, 2001, De Boeck Université
  • Rossignol, Berger, Deutsch, Fellous, Lamour-Isnard, Ozier-Kalogeropoulos, Picard, de Vienne: Génétique, Chapitre 5, 2000, Paris, DUNOD
  • Étienne, Clauser, Housset, Roingeard: Biochimie génétique. Biologie moléculaire, 9ème édition, Chapitre 8, 2006, MASSON
  • Campbell et Reece: Biologie, 7ème édition, Chapitre 13, 2007, PEARSON Education
  • Alberts, Bray, Hopkin, Johnson, Lewis, Raff, Roberts, Walter: L'Essentiel de la Biologie Cellulaire, 2ème édition, Chapitre 20, 2005, Paris, FLAMMARION
  • Watson, Baker, Bell, Gann, Levine, Losick: Biologie moléculaire du gène, 6ème édition, Partie 1.5, 2009, PEARSON Education
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan