Sabtu, 26 September 2026
16:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Janjaweed

Janjaweed

250px-Darfur_report_-_Page_4_Image_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang milisi Janjaweed berkuda.

Janjaweed (bahasa Arab:جنجويد, kadang ditranslasikan menjadi Janjawid, Janjawed, Jingaweit, Jinjaweed, Janjawiid, Janjiwid, Janjaweit, dll.) adalah suatu istilah yang merujuk terutama pada orang-orang bersenjata di wilayah Darfur, Sudan bagian barat. Menurut definisi PBB, Janjaweed terdiri dari para pejuang kulit hitam berbahasa Arab,[1] yang intinya berasal dari kaum Abbala (peternak unta) dengan melibatkan kaum Baggara (peternak sapi). Sejak tahun 2003, kelompok ini telah menjadi aktor utama dalam konflik Darfur, yang mempertentangkan kaum Arab Sudan nomaden dengan populasi non-Arab Sudan yang menetap (sedentary) dalam perebutan sumber daya dan alokasi lahan., konflik yang diperparah oleh kekeringan[2] Janjaweed merupakan pemain utama dalam konflik Darfur antara tahun 2003 dan 2020, sebagai oposisi terhadap Gerakan/Tentara Pembebasan Sudan dan pemberontak Gerakan Keadilan dan Kesetaraan. Pada tahun 2013, Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces) muncul dari Janjaweed.

Etimologi

Asal usul kata Janjaweed tidak jelas. Mungkin berasal dari kata Arab jinn (bahasa Arab: جِنّ, harfiahnya 'tersembunyi, yaitu jin, setan, atau orang gila') dan ʾajāwīd (bahasa Arab: أَجاويد, harfiahnya 'kuda, penunggang kuda'), dan dengan demikian telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh beberapa sumber sebagai "setan di atas kuda". Sumber lain menunjukkan bahwa mungkin berasal dari kata Persia jangjavi (bahasa Persia: جنگجوی, harfiahnya 'pejuang'), atau gabungan dari tiga kata: جَن (jan) dari bahasa Inggris "gun"; jinn; dan ʾajāwīd. Kata "Janjaweed" digunakan oleh François Tombalbaye, Presiden Kristen Chad, untuk meminggirkan lawan politik Muslimnya. Meskipun terdengar mirip, istilah ini tidak ada hubungannya dengan ganja atau gulma.

Rujukan

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Afrika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan