Minggu, 01 November 2026
17:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

James Danandjaja

antropolog dan ahli folklor Indonesia (1934–2013)

Bagikan:

James Danandjaja alias Tan Soe Lien (nama asli: James Tan; 13 April 1934 – 21 Oktober 2013) merupakan seorang antropolog asal Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar folklore (bagian kebudayaan seperti cerita rakyat, legenda, seni rupa) Indonesia. Danandjaja telah mengajar antropologi di Universitas Indonesia sejak tahun 1960. Ia penah aktif mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, untuk mata kuliah Foklor Indonesia dan Antropologi Psikologi. James juga aktif terlibat di dalam Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PMTI).

James juga seorang penari balet pria di Indonesia, yang mulai belajar balet pada umur 14 tahun kepada Puck Meijer.[1] Ia kemudian mendalami balet di Royal Ballet School London atas beasiswa dari British Council pada tahun 50-an sebagai penari pria Indonesia yang pertama.[2] Ia juga dikenal sebagai guru tari dan koreografer dengan karya ‘The Gamelan Player’ (1960).[3]

Guru besar dalam ilmu antropologi ini menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1963), memperdalam ilmu tentang folklor di Universitas California- Berkeley, Amerika Serikat (1969) dengan beasiswa Fullbright. Tesisnya kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul An Annotated Bibliography of Javanese Folklore. Dia memperoleh gelar Doktor Antropologi Psikologi dari Universitas Indonesia pada tahun 1977, dengan disertasi Kebudayaan Petani Desa Trunyan di Bali, yang diterbitkan pada tahun 1980. Dia sempat menjadi guru besar tamu di Universitas California- Berkeley, AS, pada tahun 1981-1982. Peminat seni tari dan seni pertunjukan ini merupakan peneliti di Kalimantan, Nias-Sumatra, dan Trunyan-Bali.

Karya-karyanya yang tersohor, antara lain,

  • Folklor Indonesia (1984) mendapat penghargaan dari Yayasan Buku Utama pada 1987.
  • Pantomim Suci Betara Berutuk dari Trunyan, Bali (1985)
  • Upacara Lingkaran Hidup di Trunyan, Bali (1985)
  • Antropologi Psikologi (1988)
  • Humor Mahasiswa (1988)
  • Folklor Jepang (1997)
  • Folklor Amerika (2003)
  • Folklor Tionghoa (2007)

James wafat di Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok, hari Senin dini hari tanggal 21 Oktober 2013.[4] Setelah diberkati dalam misa requiem di rumahnya, jenazahnya dimakamkan di Kalimulya, Cilodong pada pukul 14 siang.

Dia juga mendapat penghargaan Satya Lencana dari Pemerintah RI pada tahun 2002 dan Guru Besar Emeritus pada tahun 2005.

Referensi

  1. ↑ Profil James Danandjaja Diarsipkan 2014-10-22 di Wayback Machine. Diakses 22 Oktober 2014.
  2. ↑ Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia Oleh Sam Setyautama, Jakarta 2008
  3. ↑ Profil James Danandjaja Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine. Diakses 22 Oktober 2014.
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-18. Diakses tanggal 2014-05-18.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan