Rabu, 21 Oktober 2026
11:53 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
James Brooke

James Brooke

Bagikan:
Untuk wartawan, lihat James Brooke (wartawan).
His Highness Sir
James Brooke
KCB
Raja Sarawak
250px-Sir_James_Brooke_%281847%29_by_Francis_Grant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan James Brooke pada tahun 1847
Berkuasa18 Agustus 1842 – 11 Juni 1868 (25 tahun, 298 hari)
Penobatan18 Agustus 1842
Rajah MudaCharles
Lahir29 April 1803
Secrore, Benares, India
Meninggal11 Juni 1868(1868-06-11) (umur 65)
Burrator, Britania Raya
AyahThomas Brooke
WangsaRaja Putih

Sir James Brooke (29 April 1803 – 11 Juni 1868) adalah Raja Putih pertama Kerajaan Sarawak. Gelar ini diberikan oleh Sultan Brunei dan suku Iban di Kalimantan karena jasanya dalam membantu Brunei menghadapi pemberontakan saat itu.

James Brooke diangkat menjadi gubernur Sarawak dan diberi gelar Rajah oleh Sultan Brunei pada 18 Agustus 1842. Brooke hanya menguasai wilayah Sarawak yang paling barat, di sekitar Kuching. Ia berkuasa hingga kematiannya pada 11 Juni 1868.

Keluarga

Ayahnya bernama Thomas Brooke yang berkebangsaan Inggris dan bekerja sebagai Pegawai Negeri di Perusahaan India Timur,[1] dan ibunya bernama Anna Maria yang dilahirkan di Hertfordshire yang merupakan putri dari seorang kolonel Skotlandia bernama William Stuart dan selirnya Harriott Teasdale. James Brooke dilahirkan di Secrore, pinggiran kota Benares, India pada tanggal 29 April 1803.[butuh rujukan]

Riwayat hidup

Brooke mengikui jejak ayahnya untuk bekerja di Perusahaan India Timur, India. Ia kemudian ditempatkan di komando resimen tentara dan dikirim ke Myanmar (Burma) dengan pasukan EIC pada 1825. Di Myanmar ia terluka, kemudian dikirim ke Inggris untuk penyembuhan. Pada tahun 1830, ia kembali ke Madras, India untuk kembali bergabung dengan pasukan EIC.[1]

Ia mencoba berdagang di Timur Jauh, tetapi tak sukses.[butuh rujukan]

Pada 1835, ayahnya meninggal dan mewariskan 30.000 poundsterling yang digunakannya untuk membeli kapal the Royalist. Ia berlayar selama tiga tahun di wilayah Mediterania dan mempunyai 20 awak kapal.[1]

Pada 27 Oktober 1838, ia kemudian merencanakan pelayaran ke Borneo. Perjalanannya dimulai dari menyusuri Sungai Thames, melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan dan tiba di Singapura pada 1839.[1]

Kemudian ia menyusuri Sungai Sarawak dan berlabuh di Kuching pada 15 Agustus 1839.[1]

Di sana ia menyaksikan pemberontakan orang Dayak melawan Sultan Brunei. Ia kemudian menawarkan pertolongannya kepada Sultan, dan sebagai akibatnya diberi gelar Rajah Sarawak oleh sang Sultan yang berterima kasih (walau deklarasi resmi tak dibuat sampai 18 Agustus 1842).

Brooke mulai mendirikan dan mempererat kekuasaannya atas Sarawak; memperbaiki administrasi, menyusun hukum dan melawan perompakan yang menjadi persoalan terus menerus sepanjang pemerintahannya. Brooke kembali ke Inggris pada 1847 untuk sementara waktu, di sana ia diberi gelar "Freedom of the City" dari kota London, diangkat sebagai gubernur dan komisioner tinggi Labuan, konjen Inggris di Borneo dan dibentuklah KCB.

Kontroversi

Brooke menjadi pusat kontroversi pada 1851 saat dakwaan perbuatan jahat terhadapnya membuat komisi kerajaan dibentuk di Singapura. Tuntutan itu tak terbukti tetapi tuduhan masih tetap membayangi Brooke.[butuh rujukan]

Kematian

Ia menguasai Sarawak sampai kematiannya pada 11 Juni 1868, setelah terkena 3 kali stroke lebih dari 10 tahun. Ia digantikan sebagai Rajah oleh keponakannya Charles Johnson Brooke.[butuh rujukan]

Budaya populer

Kisah keberanian James Brooke di Sarawak diceritakan dalam novel C. S. Godshalk Kalimantaan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Gomes, Edwin (Edisi 2024). Children of Borneo: Anak-anak Borneo. Yogyakarta: Indoliterasi Publishing House. hlm. 7. ISBN 978-623-6496-13-8.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Kalimantaan by C.S. Godshalk - Books". www.hachette.com.au. Diakses tanggal 2025-02-16.

Bacaan lanjut

Didahului oleh:
tiada
Raja Putih
1841-1868
Diteruskan oleh:
Charles Johnson Brooke
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan