Sabtu, 31 Oktober 2026
22:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jalur Teh Kuda

Jalur Teh Kuda

Bagikan:
Jaringan jalur karavan di Tiongkok barat dayaTemplat:SHORTDESC:Jaringan jalur karavan di Tiongkok barat daya
250px-Map_of_the_Tea-Horse_road.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Jalur Teh Kuda

Jalur Teh Kuda atau Jalan Teh Kuda atau Chamadao (Hanzi sederhana:茶马道; Hanzi tradisional:茶馬道), sekarang secara umum disebut sebagai Jalur Teh Kuda Kuno atau Chamagudao (Hanzi sederhana:茶马古道; Hanzi tradisional:茶馬古道) adalah suatu jaringan jalur karavan yang berkelok-kelok melalui pegunungan di Sichuan, Yunnan, dan Tibet di Tiongkok Barat Daya.[1] Jalur ini juga merupakan jalur perdagangan teh. Jalur ini juga terkadang disebut sebagai "Jalur Sutra Selatan" atau "Jalur Sutra Barat Daya".[2]

Terdapat banyak elemen arkeologis dan monumental yang masih bertahan, termasuk jalur setapak, jembatan, stasiun jalan, kota pasar, istana, pos persinggahan, kuil, dan candi di sepanjang jalur.[3]

"Jalur Teh Kuda Kuno" adalah sebuah konsep historis dengan makna khusus. Jalur ini mengacu pada sebuah jalur lalu lintas utama yang dibentuk oleh perdagangan teh dan kuda antara Han dan Tibet dari Dinasti Tang dan Song hingga Republik Tiongkok.

Klasifikasi jalur

Jalur Teh Kuda Shaanxi—Gansu

Jalur Teh Kuda Shaanxi—Gansu (陕甘茶马古道) merupakan jalur utama bagi teh di Tiongkok daratan untuk bisa sampai ke barat dan menukarnya dengan kuda. Jalur ini merupakan salah satu jalur utama dari Jalur Sutra kuno.[4]

Jalur Tanggu

Bermula pada masa Dinasti Han, Jalur Tanggu (蹚古道) dibentuk oleh para pedagang Shaanxi dan pasar teh-kuda kuno di perbatasan barat daya. Sejak pemerintahan Ming dan Qing memberlakukan kendali pemerintah atas penjualan teh, penjualan teh dibagi menjadi beberapa wilayah, dan pasar perdagangan teh dan kuda yang paling makmur berada di Kangding.[4]

Jalur Teh Kuda Yunnan—Tibet

Jalur Teh Kuda Yunnan—Tibet (滇藏茶马古道) dibentuk pada akhir abad keenam Masehi. Dimulai dari Yiwu dan Pu'er di Xishuangbanna, daerah penghasil teh utama Yunnan, dan memasuki Tibet melalui Prefektur Otonom Bai Dali, Kota Lijiang, dan Shangri-La, dan langsung menuju ke Lhasa. Sebagian juga diekspor kembali dari Tibet ke India dan Nepal, yang merupakan sebuah jalur perdagangan penting antara Tiongkok kuno dan Asia Selatan.[4]

Galeri

  • Gua Feixiange (689 M), seni Buddhis di jalur ini, dari Chengdu ke Ya'an.
    Gua Feixiange (689 M), seni Buddhis di jalur ini, dari Chengdu ke Ya'an.
  • Kebun Teh Kerajaan, dinamai oleh Kaisar Xiaozong dari Song (1186 M) di Gunung Mengding. Gunung Mengding merupakan tempat teh pertama kali dibudidayakan dengan catatan tertulis (65 SM).
    Kebun Teh Kerajaan, dinamai oleh Kaisar Xiaozong dari Song (1186 M) di Gunung Mengding. Gunung Mengding merupakan tempat teh pertama kali dibudidayakan dengan catatan tertulis (65 SM).
  • Jalur kuno yang masih ada di Pujiang antara Chengdu dan Ya'an.
    Jalur kuno yang masih ada di Pujiang antara Chengdu dan Ya'an.
  • Situs bersejarah Kantor Pos Ganxipo di jalur ini di Tianquan, Sichuan.
    Situs bersejarah Kantor Pos Ganxipo di jalur ini di Tianquan, Sichuan.
  • Gudang teh resmi Biro Teh Kuda (Dinasti Qing) di jalur ini di Tianquan, Sichuan.
    Gudang teh resmi Biro Teh Kuda (Dinasti Qing) di jalur ini di Tianquan, Sichuan.
  • Pagoda batu Kuil Shita (1169 M) di jalur ini dari Chengdu ke Ya'an.
    Pagoda batu Kuil Shita (1169 M) di jalur ini dari Chengdu ke Ya'an.
  • Kabupaten Markham di bagian paling timur Tibet. Di wilayah ini, dekat hulu Mekong, terdapat persimpangan cabang Sichuan dan Yunnan dari jalur tersebut.
    Kabupaten Markham di bagian paling timur Tibet. Di wilayah ini, dekat hulu Mekong, terdapat persimpangan cabang Sichuan dan Yunnan dari jalur tersebut.
  • Lembah Mekong dekat Chamdo, yang sungainya dilintasi oleh Jalur Teh Kuda
    Lembah Mekong dekat Chamdo, yang sungainya dilintasi oleh Jalur Teh Kuda

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Forbes, Andrew; Henley, David (2011). Traders of the Golden Triangle (A study of the traditional Yunnanese mule caravan trade) (dalam bahasa ENGLISH). Chiang Mai. Cognoscenti Books. ISBN 978-1300701460.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Williams, Tim (2016). "Silk Roads in the Kingdom of Bhutan and the Development of a National Heritage Inventory" (PDF). Archaeology International. 19. doi:10.5334/ai.1918.
  3. ↑ Williams, Tim, Lin, Roland Chih-Hung and Gai, Jorayev. Final Technical Report on the results of the UNESCO/Korean Funds-in-Trust Project: Support for the Preparation for the World Heritage Serial Nomination of the Silk Roads in South Asia, 2013–2016.
  4. 1 2 3 "Horse Corridor in Heaven". Shambhalatimes.org. 2010-01-18. Diakses tanggal 2011-11-18.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ancient Tea Horse Road.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan