Kamis, 08 Oktober 2026
07:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Jalan Ketiga

Politik ideologi

Bagikan:

Jalan Ketiga (The Third Way)[1] adalah sebuah pandangan yang dipopulerkan oleh Anthony Giddens. Jalan Ketiga adalah sebuah gagasan alternatif diluar dua gagasan besar yang sudah lama ada, yakni Sosialisme dan Kapitalisme. Jalan Ketiga hadir dari sebuah pencarian akan sebuah jalan keluar dari problematika yang ada pada Sosialisme maupun Kapitalisme selama ini. Pandangan ini juga mencoba keluar dari pertentangan dan dikotomi “kiri” (sosialisme) dan “kanan” (kapitalisme), dengan mengambil semua hal positif dari kedua pandangan tersebut dan membuang segala aspek negatifnya.

Berdasarkan gambaran sederhana tersebut, bisa dilihat bahwa pandangan Giddens akan sosialisme (kiri) dan kapitalisme (kanan) tidak menempatkan keduanya pada dua kutub yang sangat bertolak belakang. Giddens dapat merasakan keresahan kelompok Kiri akan ketidaksetaraan yang ada di masyarakat serta tuntutan terhadap negara untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, Giddens juga sangsi bahwa keadilan akan terwujud melalui penguatan peran negara. Argumen yang dia gunakan adalah fakta kegagalan komunisme di Uni Soviet, Eropa Timur, juga Tiongkok. Demokrasi sosial sebagai salah satu bentuk sosialisme di Eropa Barat juga tidak cukup menjanjikan.

Sekalipun sosialisme tengah terpuruk, kapitalisme ternyata tidak mampu mencuri hati Giddens sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari sikap kritisnya terhadap pemerintahan Margaret Thatcher (1979-1990) yang disebutnya menyusahkan rakyat kecil. Di sisi lain, Giddens melihat dinamisme dalam kapitalisme yang mampu mendorong manusia untuk bertindak efisien dan kompetitif. Bagi Giddens, pandangan “kiri” maupun “kanan” tidak bisa sendirian menyelesaikan masalah manusia modern saat ini.

Referensi

  1. ↑ Giddens, Anthony (2000). Jalan Ketiga: Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. ix. ISBN 9796554356.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan