Senin, 26 Oktober 2026
18:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Jalan Lingkar Selatan-Selatan

jalan raya di Indonesia

Bagikan:

Jalur Lingkar Selatan-Selatan (JLSS), Jalur Pantai Selatan Jawa (JPSJ),[1] Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalur Selatan Kebumen[2] atau Jalur Daendels adalah sebuah jalan lingkar sepanjang 132 kilometer[3] yang menghubungkan antara Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah dengan Kabupaten Kulonprogo di Daerah Istimewa Yogyakarta.[3] Jalur tersebut dijadikan sebagai salah satu dari tiga akses menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta.[4] Meski disebut "jalan lingkar", jalan ini secara teknis tidak melingkari suatu wilayah dan lebih terlihat seperti jalan raya antarkota pada umumnya.

Sejarah

Jalan ini sudah ada sejak abad ke-4 dan menjadi jalur upeti kerajaan di Pulau Jawa. Jalur ini dipakai oleh Diponegoro ketika melawan Belanda dalam Perang Jawa. Jalan ini dinamai Jalan Daendels bukan merujuk pada Gubernur Jendral Hindia Belanda Herman Willem Daendels, tetapi pada Augustus Dirk Daendels, asisten residen Ambal, wilayah pecahan dari Bagelen—sekarang masuk wilayah Kabupaten Purworejo—yang menjabat pada 1838. Penamaan ini disengaja untuk menurunkan pamor Diponegoro. Untuk membedakan dengan Jalan Raya Pos yang juga disebut Jalan Daendels, pemerintah kolonial Hindia Belanda menyebut Jalan Daendels selatan sebagai "Jalan Utama".[5]

Jalan ini dulu dikenal sebagai jalan yang padat kendaraan, rawan kecelakaan dan rawan aksi kejahatan kriminal.[3] Namun pada masa pemerintahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jalan tersebut kemudian diperbaiki besar-besaran.[6] Pembangunannya dimulai sejak bulan Oktober 2015 dan, walau sempat terkendala masalah ganti rugi lahan,[1] selesai pada bulan Desember 2018.[7] Meskipun demikian, jalan tersebut sudah mulai dibuka pada Juni 2018 untuk arus mudik meskipun belum boleh dilewati bus dan truk.[8]

Pemerintah Kabupaten Blitar menghadapi tantangan besar dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan tahun 2025. Dengan anggaran yang hanya Rp60 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp110 miliar pada tahun 2024, prioritas pun harus ditentukan.[9]

Referensi

  1. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-29. Diakses tanggal 2018-10-29.
  2. ↑ https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4063564/volume-kendaraan-meningkat-jalur-selatan-kebumen-ramai-lancar
  3. 1 2 3 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-29. Diakses tanggal 2018-10-29.
  4. ↑ https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/29/052728726/tiga-akses-disiapkan-menuju-bandara-kulon-progo
  5. ↑ Alexander, Hilda B (12 Juni 2018). "Menjejaki Daendels di Jalur Pantai Selatan Jawa". Kompas.com. Diakses tanggal 13 Mei 2020.
  6. ↑ https://sukoharjonews.com/politik/zona-merah-daendels-berubah-layaknya-tol-di-era-ganjar/
  7. ↑ http://krjogja.com/web/news/read/29207/JJLS_Kebumen_Rampung_Akhir_2018
  8. ↑ http://www.tribunnews.com/regional/2018/06/13/jlss-kebumen-mulai-dibuka-untuk-arus-mudik-bus-dan-truk-belum-boleh-lewat
  9. ↑ "Anggaran Terbatas, Pemkab Blitar Fokus Perbaikan Jalan Sirip JLS". Jatim TIMES. Diakses tanggal 2025-01-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan