Selasa, 03 November 2026
18:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Jalan Ketiga

Politik ideologi

Bagikan:

Jalan Ketiga (The Third Way)[1] adalah sebuah pandangan yang dipopulerkan oleh Anthony Giddens. Jalan Ketiga adalah sebuah gagasan alternatif diluar dua gagasan besar yang sudah lama ada, yakni Sosialisme dan Kapitalisme. Jalan Ketiga hadir dari sebuah pencarian akan sebuah jalan keluar dari problematika yang ada pada Sosialisme maupun Kapitalisme selama ini. Pandangan ini juga mencoba keluar dari pertentangan dan dikotomi “kiri” (sosialisme) dan “kanan” (kapitalisme), dengan mengambil semua hal positif dari kedua pandangan tersebut dan membuang segala aspek negatifnya.

Berdasarkan gambaran sederhana tersebut, bisa dilihat bahwa pandangan Giddens akan sosialisme (kiri) dan kapitalisme (kanan) tidak menempatkan keduanya pada dua kutub yang sangat bertolak belakang. Giddens dapat merasakan keresahan kelompok Kiri akan ketidaksetaraan yang ada di masyarakat serta tuntutan terhadap negara untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, Giddens juga sangsi bahwa keadilan akan terwujud melalui penguatan peran negara. Argumen yang dia gunakan adalah fakta kegagalan komunisme di Uni Soviet, Eropa Timur, juga Tiongkok. Demokrasi sosial sebagai salah satu bentuk sosialisme di Eropa Barat juga tidak cukup menjanjikan.

Sekalipun sosialisme tengah terpuruk, kapitalisme ternyata tidak mampu mencuri hati Giddens sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari sikap kritisnya terhadap pemerintahan Margaret Thatcher (1979-1990) yang disebutnya menyusahkan rakyat kecil. Di sisi lain, Giddens melihat dinamisme dalam kapitalisme yang mampu mendorong manusia untuk bertindak efisien dan kompetitif. Bagi Giddens, pandangan “kiri” maupun “kanan” tidak bisa sendirian menyelesaikan masalah manusia modern saat ini.

Referensi

  1. ↑ Giddens, Anthony (2000). Jalan Ketiga: Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. ix. ISBN 9796554356.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan