Minggu, 11 Oktober 2026
20:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Jalaluddin Thaib

Bagikan:
Jalaluddin Thaib
PekerjaanPengajar, politisi

Jalaluddin Thaib (lahir di Jorong Subarang, Balingka, IV Koto, Agam, Sumatera Barat, 1895 – meninggal di Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat, 1959 pada umur 64 tahun) adalah seorang ulama, tokoh pendidikan dan pejuang kemerdekaan Indonesia.[1]

Jalaluddin Thaib lahir dari pasangan H. Muhammad Thaib Dt . Rajo Malintang dan Sitti Zulekha. Ayahnya adalah seorang pedagang sekaligus penghulu, sedangkan ibunya bersuku Sikumbang. Ketika masih berusia 5-7 tahun, Jalaluddin belajar di surau milik Syekh Daud Rasyidi. Di sinilah ia belajar banyak hal, termasuk silat. Syekh Daud Rasyidi juga merupakan pamannya. Setelah itu, Jalaluddin melanjutkan belajar ke Surau Syekh Muhammad Thaib di Sungayang, Batusangkar.

Ia merupakan salah seorang dari tiga serangkai Persatuan Muslim Indonesia (Permi) bersama Muchtar Lutfi dan Ilyas Ya'kub. Ia pernah dibuang ke Digul oleh penjajah Belanda karena aktivitas perjuangannya dianggap berbahaya oleh pihak penjajah.[2]

Karya tulis

  • Tentang Bahasa Arab (seluk beluk tata Bahasa Arab)
  • Tingkatan Bahasa Arab
  • Tafsir al-Munir
  • Pengasuh Anak-Anak Kepada Agama Islam
  • Pembuka Pintu Kemajuan
  • Semangat Jilid I
  • Semangat Jilid II
  • Peringatan Nasional

Referensi

  1. ↑ JALALUDDIN THAIB (1895–1959) Scribd Inc. Diakses 13 Mei 2013.
  2. ↑ Ulama perempuan Indonesia Edited by Jajat Burhanuddin, Gramedia Pustaka Utama. Diakses 13 Mei 2013.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ulama Nusantara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan