Rabu, 04 November 2026
04:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Jakarta Maghrib

Jakarta Maghrib

film Indonesia

Bagikan:
Jakarta Maghrib
Jakarta_Maghrib.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ketika kota menemukan titik tengahnya...
SutradaraSalman Aristo
ProduserReza Servia
Salman Aristo
Chand Parwez Servia
Mithusen Muhsin Nisar
Ditulis olehSalman Aristo
PemeranIndra Birowo
Widi Mulia
Asrul Dahlan
Sjafrial Arifin
Lukman Sardi
Ringgo Agus Rahman
Deddy Mahendra Desta
Fanny Fabriana
Lilis
Reza Rahadian
Adinia Wirasti
Aldo Tansani
Penata musikSalman Aristo
SinematograferFaozan Rizal
EditorCesa David Luckmansyah
Perusahaan
produksi
DistributorStarvision
Tanggal rilis
4 Desember 2010
Durasi75 menit
NegaraIndonesia Indonesia

Jakarta Maghrib merupakan film Indonesia yang dirilis pada 4 Desember 2010. Film ini disutradarai oleh Salman Aristo serta dibintangi antara lain oleh Indra Birowo, Widi Mulia, Asrul Dahlan, Sjafrial Arifin, Lukman Sardi, Ringgo Agus Rahman, Deddy Mahendra Desta, Fanny Fabriana, Lilis, Reza Rahadian, Adinia Wirasti, dan Aldo Tansani.

Film Jakarta Maghrib merangkum “Maghrib” sebagai waktu spesial yang telah lama menebar berbagai anggapan ke tengah masyarakat. Ia berusaha menangkap maghrib bukan saja sebagai fenomena relijius tetapi sebagai bagian yang khas dari masyarakat urban Jakarta, lalu menyusunnya kedalam lima tautan cerita sebagai strategi penyampaian narasinya.[1]

Film yang diproduksi tahun 2010 ini diputar dalam festival International:

"Petualangan Kecil berhati besar menyelusuri sudut-sudut kehidupan yang sering kita take for granted" - Joko Anwar.

"Salman Berhasil Memikat Bravo" - Ginatri S. Noer

Segmen film

Iman Cuma Ingin Nur

Iman Cuma Ingin Nur adalah bagian dari film Jakarta Maghrib yang berusaha menangkap ruang personal dari warga Jakarta: rumah tangga.

Plot Iman (Indra Birowo) hanya punya satu keinginan: bercinta dengan Nur (Widi Mulia), istrinya. Iman orang Sidoarjo. Nur asli Betawi. Penat tiga hari lembur akibat bayi mereka sakit, rasanya akan terbayar dengan seks yang melegakan. Hanya saja, gabungan Maghrib dan mertua (Yurike Prastika) membawa Iman dan Nur ke sudut yang lain dalam hubungan mereka.[2]

Adzan

Adzan adalah bagian dari film Jakarta Maghrib yang berkisah tentang ruang religiusitas dan kontemplasi warga Jakarta.

Plot Baung (Asrul Dahlan) adalah pemuda kelahiran Jakarta, seorang preman. Pak Armen (Sjafrial Arifin) asal Solok, Sumatera Barat, adalah seorang marbot atau penjaga mushola dan pemilik warung. Keduanya ada di sebuah kampung yang musholanya bersih tetapi sepi pengunjung. Suatu sore, setelah malam yang mabuk bagi Baung, mereka bercakap-cakap di warung Pak Armen. Mulai dari pekerjaan sampai kematian. Beberapa menit menjelang Maghrib, sesuatu terjadi pada Pak Armen. Sesuatu yang membuat Baung menangis. Sesuatu yang membuat warga kampung berbaris marah menuju mushola.[2]

Menunggu Aki

Menunggu Aki adalah bagian dari film Jakarta Maghrib yang menceritakan tentang interaksi antarwarga kota Jakarta.

Plot Di sebuah kompleks perumahan, Aki selalu ditunggu. Dia selalu datang sehabis Maghrib menjajakan nasi goreng yang diakui sebagai salah satu yang terenak. Karena tungkunya menggunakan arang. Nasi pun jadi gurih tiada tara. Membuat para penghuni selalu berkumpul. Namun hari itu Aki tidak datang. Para penghuni kompleks pun ‘terpaksa’ berkenalan satu sama lain. Antara Dokter (Ringgo Agus Rahman), Wartawati (Fanny Fabriana), Pengacara (Lukman Sardi) Karyawan mesin junior (Deddy Mahendra Desta) dan pembantu (Lilis). Mengenali diri masing-masing. Sampai Maghrib tiba mereka kembali menjadi warga Jakarta sejati: individualistis.[2]

Jalan Pintas

Jalan Pintas adalah bagian dari film Jakarta Maghrib yang menceritakan cuplikan kaum muda Jakarta yang terkurung dalam ruang hubungan antar personalnya

Plot Dua orang anak muda. Laki-laki (Reza Rahadian) dan perempuan (Adinia Wirasti). Mempertaruhkan hubungan pacaran selama tujuh tahun dalam mobil di tengah rumitnya tata kota Jakarta. Mereka berkejaran dengan adzan Maghrib. Sebab si Cewek menargetkan mereka harus sampai sebelum Maghrib di tempat pernikahan kerabat. Ada misi ‘jalan pintas’ yang mereka kejar agar mereka sendiri juga bisa dipercaya dan mendapat izin menikah.[2]

Cerita Si Ivan

Cerita Si Ivan adalah bagian dari film Jakarta Maghrib yang menggambarkan salah satu potret anak-anak Jakarta dan apa yang telah merasuki pikiran mereka selama ini.

Plot Ivan (Aldo Tansani) bolos dari Madrasahnya. Demi bermain game di sebuah rental langganan. Tapi ternyata itu tidak mudah karena rental hari itu penuh. Dia pun mengarang berbagai cerita horor tentang seramnya Maghrib, agak bisa ‘mengusir’ teman-temannya dari tempat rental. Tapi begitu Maghrib tiba, Ivan harus pulang dan harus berhadapan dengan cerita-ceritanya sendiri.[2]

Ba’da

Ba'da adalah bagian penutup dari film Jakarta Maghrib yang menceritakan bahwa semua karakter di atas akhirnya nanti akan bertemu di kisah ini. Berinteraksi secara langsung dan tidak. Setelah tiap-tiap orang mengalami Maghrib-nya masing-masing di Jakarta.[2]

Film ini diproduksi oleh PT. KHARISMA STARVISION PLUS

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan