Rabu, 14 Oktober 2026
01:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Jacques-Yves Cousteau

Jacques-Yves Cousteau

ahli biologi asal Perancis

Bagikan:
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Jacques-Yves Cousteau" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Jacques-Yves Cousteau
Jacques-Yves_Cousteau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Jacques-Yves Cousteau pada tahun 1976
Lahir11 Juni 1919
Meninggal25 Juni 1997(1997-06-25) (umur 87)
PekerjaanOseanografi
Pasangan menikahSimone Melchior Cousteau (1937-1990)
Francine Triplet Cousteau (1991-1997)
AnakJean-Michel, Philippe Cousteau, Diane, and Pierre-Yves.

Jacques-Yves Cousteau (11 Juni 1910 – 25 Juni 1997) adalah perwira di AL Prancis, oseanografer, dan peneliti serta anggota Académie française.

Bersama Emile Gagnan ia bertanggung jawab membuka mata manusia pada dunia bawah air. Mereka menciptakan alat pernapasan bawah air berdasarkan muatan udara yang dimampatkan dan disimpan dalam tangki yang dikenal sebagai paru-paru air Aqua-lung (SCUBA).

Sebelum ini, penyelam terpaksa mengenakan pakaian yang mempunyai saluran udara yang bersambung dengan permukaan air. Ini membatasi gerak mereka. Aqua-Lung memungkinkan mereka bergerak bebas.

Aqua-Lung telah digunakan oleh pihak Sekutu untuk membersihkan perairan internasional dari periuk api musuh semasa Perang Dunia II. Jacques Costeau juga mereka teknik penggambaran bawah air yang digunakan olehnya untuk menghasilkan film dokumenter mengenai kehidupan di sana. Film-filmnya membuka mata orang banyak mengenai adanya keragaman kehidupan di bawah air.

Di sepanjang hidupnya, Cousteau telah menghasilkan 115 film dokumenter, serta menulis 50 buku yang semuanya berkaitan dengan dunia bawah laut.

Sebagai ilmuwan yang sangat mencintai alam, kelautan pada khususnya ia pun mendirikan Cousteau Society lalu disusul dengan Cousteau Foundation yang semuanya berkonsentrasi pada masalah pelestarian laut. Pada tahun 1990 organisasinya tersebut berhasil meng-golkan kampanye penyelamatan Antartika dari eksploitasi mineral, sehingga benua tak bertuan ini pun dilindungi oleh PBB dari segala bentuk eksploitasi pihak manapun setidaknya hingga 50 tahun mendatang.

Cousteau meninggal pada 25 Juni 1997, pada usianya yang ke-87. Disemayamkan di Katedral Notre Dame, Paris. Belakangan ini, khususnya di negeri kita, nama Cousteau kembali mencuat setelah dikaitkan dengan berita penemuan Sungai Bawah Laut di perairan Cenote Angelita, Mexico. Selain itu juga banyak beredar hoax yang mengatakan Cousteau menjadi mualaf di mana hal tersebut sudah pernah dibantah secara resmi oleh pihak keluarga melalui Yayasan yang didirikan oleh Jacques Yves Cousteau sendiri.

Banyak blog lokal yang kemudian menurunkan informasi yang salah mengenai Cousteau. Hal pertama yang perlu diluruskan bahwa penemuan sungai bawah laut di Cenote Angelita baru-baru ini bukanlah oleh kelompok Cousteau Foundation.

Foto-foto sungai misterius yang banyak beredar di blogger lokal sesungguhnya dibuat oleh fotografer bawah air asal Rusia; Anatoly Beloschin yang tak ada kaitannya dengan Jacques Cousteau atau organisasinya. Bahkan, apabila kita merunut pada dokumentasi penjelajahan yang pernah dilakukan Cousteau Foundation pada situs resminya http://www.cousteau.org, mereka belum pernah mengeksplorasi Cenote Angelita.

Keagamaan

Meskipun dia bukan orang yang religius, Cousteau percaya bahwa ajaran agama-agama besar yang berbeda memberikan cita-cita dan pemikiran yang berharga untuk melindungi lingkungan.[1] Dalam sebuah Bab berjudul "Kitab Suci dan Lingkungan" dalam karya anumerta The Human, the Orchid, and the Octopus, ia dikutip menyatakan bahwa "Kemuliaan alam memberikan bukti bahwa Tuhan itu ada".[2]

Penemuan ilmiah

Ketidakrataan permukaan dasar laut

Pada bulan September 1956, Jacques-Yves Cousteau membuat tulisan yang menyatakan bahwa dirinya beserta tim penjelajahan yang bersamanya berhasil memperoleh gambar dari dasar laut dengan kedalaman 7.650 meter di bawah permukaan laut. Bersamaan dengan pengambilan gambar tersebut diperoleh spesies-spesies baru yang sebelumnya tidak diketahui dalam ilmu pengetahuan. Gambar-gambar tersebut juga memperlihatkan bahwa permukaan dasar laut tidak rata.[3]

Referensi

  1. ↑ Capo, Seth (Musim semi 2013). "The Voice of a Silent World". Vision.org.{{cite web}}: |url= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Cousteau, Susan, Jacques, Schiefelbein (2010). The Human, the Orchid, and the Octopus: Exploring and Conserving Our Natural World. Bloomsbury Publishing. ISBN 9781596917552.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Ahmad, Yusuf Al-Hajj (April 2018). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang [Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Bihar wa al-Hayawan]. Diterjemahkan oleh Miranda, Putri Aria. Solo: Aqwam. hlm. 26. ISBN 978-979-039-364-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jacques-Yves Cousteau.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan