Sabtu, 03 Oktober 2026
22:59 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Jacques Cujas

Jacques Cujas

Bagikan:
250px-Anonyme_-_Jacques_Cujas_-_cour_d%E2%80%99appel_de_Toulouse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Jacques Cujas

Cujacius atau Jacques Cujas adalah seorang ahli jurisprudensi dan cendekiawan Prancis yang lahir pada tahun 1522 di Toulouse, Prancis dan meninggal pada tanggal 4 Oktober 1590 di Bourges, Prancis.[1] Karya-karyanya mengenai Hukum Romawi merupakan bagian dari pembaharuan dari budaya klasik.[1] Dia mengajari di universitas-universitas di Valence dan Bourges, Cujas membuat tertarik murid-murid dari seluruh eropa, salah satunya adalah seorang pemikir klasik Belanda, Joseph Justus Scaliger.[1] Tidak seperti pengajar-pengajar sebelumnya, Cujas tidak tertarik terhadap aplikasi praktis dari Humuk Romawi dan lebih memusatkan perhatian kepada pembelajaran teks-teks kuno yang berhubungan dengan sejarah dan sastra.[2] Dia sering dianggap sebagai penemu dari ilmu Jurisprudensi.[2] Banyak dari usaha-usaha kerasnya ia pusatkan kepada upaya rekonstruksi bentuk orisinal dari perkataan-perataan dan kuotasi-kuotasi ahli-ahli Jurisprudensi ulung romawi dalam Corpus Juris Civilis.[1] Ia juga mengulas mengenai karya-karya Ulpian dan Paulus dalam beberapa bukunya.[2] Dalam jurisprudensi, Cujas menjadi ahli bidang Justinian’.[1] Dalam karyanya berjudul Paratitla atau Summaries of Justinian’s Digest and Codex, berisi ringkasan yang jelas mengenai prinsip-prinsip dasar Hukum Romawi.[1] Dia juga menyunting Codex Theodonasianus, sebuah edisi lengkap karya-karya Cujas dalam 10 edisi (1658), buku tersebut disiapkan oleh Charles Annibal Fabrot.[1]

lossy-page1-250px-Cujas%2C_Jacques_%E2%80%93_%28Opere%29%2C_1778_%E2%80%93_BEIC_10948966.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Opera omnia, 1778

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Cujacius atau Jacques Cujas". britannica. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 (Inggris) "Cujacius atau Jacques Cujas". britannica. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan