Senin, 26 Oktober 2026
20:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Jacob Pieter van Braam

Jacob Pieter van Braam

Bagikan:
250px-J.P.v.Braam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jacob Pieter van Braam

Jacob Pieter van Braam, (27 Oktober 1737 – 16 Juli 1803) adalah laksamana Belanda.

Van Braam mulai berdinas sebagai kadet pada tahun 1748 di Kelaksamanaan Amsterdam. Pada tahun 1751, ia ditangkap oleh Perompak Berber dan menjadi budak hingga tahun 1753. Pada tanggal 25 Februari 1753, ia naik pangkat menjadi letnan, dan 5 tahun kemudian menjadi letnan-komandan.

Pada tahun 1764, ia berhenti berdinas di Kelaksamanaan dan pindah ke Vereenigde Oostindische Compagnie, di mana pada tanggal 14 Juli 1766 ia diangkat sebagai kapiten. Antara tahun 1767-1773, ia menjadi equipagemeester di Benggala. Pada tahun 1776, ia meninggalkan VOC untuk sementara waktu dan menjadi kapten di Belanda. 6 tahun kemudian, ia menjadi komandan kompi di resimen marinir di bawah Let. Willem van Wassenaar Spanbroek. Pada tahun 1783, Van Braam ditunjuk menjadi komandan VOC dan komodor panji lebar dan Dewan Hindia. Antara tahun 1784-1786, ia bertindak sebagai pengawal armada di perairan Nusantara bersama 4 kapal barisan dan 2 fregat. Ia terlibat dalam pendudukan Melaka dengan memimpin pasukan dari Riau dan kemudian Selangor ditaklukkan.

Pada tahun 1786, ia kembali ke Belanda dan kembali bersinas di Kelaksamanaan. Pada tanggal 12 Juni, ia diangkat sebagai schout-bij-nacht. Antara tahun 1790-1794, ia menjadi inspektur korps artileri laut.

Pada tanggal 10 Mei 1793, Van Braam diangkat sebagai laksamana madya di Kelaksamanaan Amsterdam. Akhirnya ia dibebastugaskan pada tanggal 27 Februari 1795.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan