Selasa, 03 November 2026
18:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Jacob Cornelis van Leur

Jacob Cornelis van Leur

Pelopor penulisan historiografi Indonesia

Bagikan:
Jacob Cornelis van Leur
J._C._van_Leur.webp?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir
Jacob Cornelius van Leur

(1908-12-05)5 Desember 1908
Utrecht, Belanda[1]
Meninggal28 Februari 1942(1942-02-28) (umur 33)
AlmamaterUniversitas Leiden
PekerjaanIndolog[2]
Dikenal karenaPelopor penulisan historiografi Indonesia
Pasangan menikah
Jeanne de Loos
​
(m. 1933)​
Ayah
  • Jacobus van Leur (ayah)
  • Cornelia Maria Verschoor (ibu)

Jacob Cornelis van Leur[1] atau lebih dikenal dengan nama J.C. van Leur (5 Desember 1908 - 28 Februari 1942) merupakan salah satu pelopor historiografi Indonesia.[3] Ia telah menulis berbagai artikel mengenai sejarah Indonesia. Karyanya yang terkenal adalah Perdagangan dan Masyarakat Indonesia.[4]

Kehidupan

Jacob Cornelis van Leur lahir di Utrecht pada 5 Desember 1908. Ia adalah putra dari pasangan Jacobus van Leur, seorang pedagang cerutu, dan Cornelia Maria Verschoor.[2]

Ia lahir di Utrecht, namun dibesarkan di Middelburg. Pada saat Leur bersekolah di Sekolah Menengah, ia bertemu dengan P.J. Bouman, yang kemudian menjadi profesor sosiologi di Groningen. Leur menjalani persahabatan yang erat dengannya. Bouman kemudian mengenalkan Leur pada karya Max Weber, yang terbukti menentukan perkembangan intelektualnya.[2]

Pada tahun 1927, Leur mendaftarkan dirinya untuk pelatihan sebagai Indolog di Universitas Leiden. Salah satu gurunya yang ia kagumi adalah C. C. van Vollenhoven, seorang pakar bidang hukum adat Indonesia. Pada bulan April 1933, ketika Leur menjadi asistennya, ia dikejutkan dengan berita kematian Van Vollenhoven. Hal itu membuatnya berada di ambang gangguan psikologis.[2]

Kini telah diketahui bahwa pemotongan anggaran akan mengakibatkan tertundanya penempatan pejabat administratif. Hal ini memungkinkan Leur untuk memulai mengerjakan desertasinya. Karena Leur kekurangan uang, menjadikan penghalangnya untuk belajar di Rotterdam bersama Z.W. Sneller dan memperoleh gelar PhD di sana mengenai subjek sejarah ekonomi Zeeland. Oleh karena itu ia tetap di Leiden dan memperoleh gelar doktor pada bulan Oktober 1934 dari J.H. Boeke dengan tesis berjudul Eenige beschouwingen betreffende den ouden Asiatischen handel (Beberapa Pertimbangan Mengenai Perdagangan Asia Kuno).[2]

Setelah menikah dengan Jeanne de Loos, mereka pergi ke Hindia Belanda. Dari Desember 1934 hingga Juli 1936, Leur bekerja sebagai asisten inspektur di Toeloengagoeng. Leur kemudian dipindahkan ke Sekretariat Jenderal di Buitenzorg, di bagian departemen urusan keuangan dan ekonomi, itu adalah sebuah promosi terhormat bagi seorang pegawai negeri muda.[2]

Pada akhir tahun 1940, karena terkejut dengan berita pemboman Middelburg, ia menjadi sukarelawan untuk angkatan laut di Hindia Timur. Setelah pelatihan, ia diangkat sebagai perwira penghubung skuadron Amerika dan ikut serta dalam pertempuran di Laut Jawa dengan kapal penjelajah Houston. 'Houston' selamat dari pertempuran sebenarnya, tetapi tenggelam saat mencoba melarikan diri melalui Selat Sunda. Leur kemudian kehilangan nyawanya pada usia 33 tahun.[2]

Referensi

  1. 1 2 Wijaya, Daya Negri. "NAPAK TILAS PERSPEKTIF INDONESIASENTRIS JACOB CORNELIS VAN LEUR". Sejarah dan Budaya. Diakses tanggal 2024-02-01.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Leur, Jacob Cornelis van (1908-1942)". Huygens Instituut (dalam bahasa Belanda). 2013-11-12.
  3. ↑ Laras, Naufal Shidqi (2019-02-18). "Kajian Penulis dan Karyanya (Van Leur)". Genom. Diakses tanggal 2024-02-01.
  4. ↑ Juliana, Rati (2020-05-10). ""Perdagangan dan Masyarakat Indonesia" Karya J.C Van Leur dan Pengaruhnya bagi Studi Sejarah". Kompasiana. Diakses tanggal 2024-02-01.

Templat:Hindia Belanda-bio-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan