Minggu, 04 Oktober 2026
11:02 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Jaap Kunst

Jaap Kunst

dosen

Bagikan:
250px-Portrait_of_Jaap_Kunst_-_Collectie_stichting_Nationaal_Museum_van_Wereldculturen_-_TM-60006850.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Jaap Kunst oleh Remt Lourens Mellema dari koleksi Museum Nasional van Wereldculturen.

Jaap Kunst (lahir di Groningen, Belanda pada 12 Agustus 1891 – 7 Desember 1960 di Amsterdam) adalah seorang etnomusikolog Belanda, khususnya yang terkait dengan studi gamelan musik Indonesia. Ia dikenal karena menciptakan kata "etno-musikologi" (yang kemudian menjadi etnomusikologi) sebagai alternatif yang lebih akurat untuk istilah yang lebih disukai saat itu, "musikologi komparatif". Ia memiliki ayah seorang kritikus musik yang mahir dalam bermain piano, menjadikan Kunst yang memiliki perhatian lebih pada seni musik. Saat menjalani kuliah di bidang hukum, Jaap Kunst bergabung dengan Groningen Symphony Orchestra selama enam bulan dan mulai tertarik melakukan riset terhadap seni musik lokal seperti lagu-lagu rakyat dari Terschelling.

Ia adalah putra dari Egbertus Diederik Kunst dan Geertruida van Houten. Vader (Venlo, 7 Mei 1862 - Amersfoort, 23 Februari 1944). Ia menerima pelatihan pianonya di Konservatorium Leipzig Carl Reinecke dan Konservatorium Berlin Xaver Scharwenka.[1] Dia memiliki karier yang singkat sebagai solois dan menjadi guru musik di Groningen, di mana dia menulis sebagai kritikus untuk majalah "Daily News and Advertisement". Ibunya sendiri adalah seorang pianis. Dia sendiri memainkan biola dengan cukup baik di kuartet gesek amatir. Meskipun ia berhasil menyelesaikan gelar sarjana hukum, hatinya tertuju pada bidang musik. Melalui belajar mandiri, ia mengembangkan pemahaman ilmiah musik yang sangat baik dan membangun pengetahuan yang besar tentang fakta.

Karier

Setelah lulus dan berhasil meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Groningen pada tahun 1917, ia bekerja pada salah satu cabang Amsterdam Bank di Utrecht, tetapi hanya bertahan tiga bulan. Selanjutnya selama setahun ia bekerja di kantor wali kota Amsterdam pada Departemen Pendidikan. Pada tahun 1919, Kunst bersama dengan kedua rekannya memutuskan untuk meninggalkan Belanda dan berkarier sebagai musisi di Hindia Belanda (Indonesia). Rangkaian pertunjukan musik yang ditampilkan Kunst di berbagai wilayah Indonesia, kemudian menggiringnya untuk menekuni musik rakyat Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya di bidang musik, Jaap Kunst juga berperan dalam menyunting beberapa folklor beserta musik Belanda yang berjudul Terschellinger Voksleven dan Noord Nederlandse Volkliederen en Dansen. Pada saat meneliti seni musik di beberapa wilayah di Indonesia, Jaap Kunst kemudian berhasil membukukan beberapa karya dan berbagai macam dokumentasi seperti foto serta rekaman suara gamelan dalam bentuk wax cylinder (silinder lilin). Beberapa judul buku mengenai musik di Indonesia yang berhasil ditulis antara lain De Toonkunst van Bali (1925), Hindoe-Javaanse Muziekinstrumenten (1927), A Study of Papuan Music,De Toonkunst van Java atau Music in Java yang diterbitkan dalam 2 jilid, Music in Nias, Music in Flores, Muziec en de Zending dan seterusnya. Pada tahun 1932 Kunst tinggal di Batavia dan menjadi kurator tidak resmi di Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (kini Museum Nasional). Kunst banyak bekerja di rumahnya di Jalan Jalan Kebon Sirih No. 14, tempat ia menyimpan ribuan koleksi alat musik yang dikumpulkannya selama perjalanan ke daerah-daerah serta rekaman, foto dan film yang dijadikan bahan risetnya. Dalam proses risetnya, Kunst juga berkorespondensi dengan banyak pihak antara lain Mangkunegoro VII, C.C.F.M le Roux, Heinz Noah, Van der Hoop, Hoesein Djadjadiningrat, Karl Halusa, Claire Holt dan F.D. K. Bosch. Surat korespondesi Jaap Kunst tersebut masih tersimpan rapi di Perpustakaan Universitas Amsterdam.[2]

Kontribusi dan komitmen Kunst dalam bidang musik, diakui oleh pemerintah Belanda dengan memberikannya hak sebagai ahli musik. Pengakuan tersebut kemudian mendorong Kunst untuk lebih banyak membuat berbagai jenis dokumentasi musik di hampir seluruh wilayah Indonesia.Kunst kembali ke Belanda setelah Indonesia merdeka dan menjalani kariernya dari seorang peneliti menjadi seorang dosen etnomusikologi di Universitas Amsterdam dan juga dosen tamu di beberapa universitas di dunia.[3]

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Jaap_Kunst_maakt_phonografische_opnamen_in_Nias_TMnr_60006845.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jaap Kunst ketika membuat rekaman di Nias

Bibliografi

  • bersama C. Kunst Van-Wely. De Toonkunst van Bali. (Weltevreden, 1924; bagian 2 dalam Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde, LXV, Batavia, 1925)
  • Bersama R. Goris. Hindoe-Javaansche muziekinstrumenten. (Batavia, 1927; 2nd ed., direvisi, Hindu-Javanese Musical Instruments, 1968)
  • A Study on Papuan Music (Weltevreden, 1931)
  • Musicologisch onderzoek 1931 (Batavia, 1931)
  • Over zeldzame fluiten en veelstemmige muziek in het Ngada- en Nagehgebied, West-Flores (Batavia, 1931)
  • De toonkunst van Java (The Hague, 1934; English translation, Music in Java, 1949; edisi ke-3, dikembangkan, 1973)
  • Een en ander over den Javaanschen gamelan (Amsterdam, 1940; edisi ke-4 1945)
  • Music in Flores: A Study of the Vocal and Instrumental Music Among the Tribes Living in Flores (Leiden, 1942)
  • Music in Nias (Leiden, 1942)
  • Around von Hornbostel's Theory of the Cycle of Blown Fifths (Amsterdam, 1948)
  • The Cultural Background of Indonesian Music (Amsterdam, 1949)
  • Begdja, het gamelanjongetje (Amsterdam, 1950)
  • De inheemsche muziek in Westelijk Nieuw-Guinea (Amsterdam, 1950)
  • Metre, Rhythm, and Multi-part Music (Leiden, 1950)
  • Musicologica: A Study of the Nature of Ethnomusicology, Its Problems, Methods, and Representative Personalities (Amsterdam, 1950; 2nd ed., dikembangkan, diberi judul ulang Ethnomusicology, 1955; 3rd ed. 1959)
  • Kultur-historische Beziehungen zwischen dem Balkan und Indonesien (Amsterdam, 1953, terjemahan Inggris, 1954)
  • Sociologische bindingen in de muziek (The Hague, 1953)

Kunst juga mengedit koleksi lagu daerah dari Belanda dan Musik Papua Nugini.

Hadiah Jaap Kunst

Masyarakat untuk Etnomusikologi menawarkan hadiah tahunan yang dinamai menurut Kunst untuk artikel paling terpelajar yang diterbitkan di bidangnya oleh anggota masyarakat.[4]

Referensi

  1. ↑ J.H. Letzer: Muzikaal Nederland 1850-1910.Kamus bio-bibliografi seniman musik dan seniman musik Belanda - Serta penulis dan penulis di bidang musik-sastra, 2. edisi dengan tambahan dan koreksi. Utrecht: J. L. Beijers, 1913, 100.
  2. ↑ Admin. "Melacak Jejak Jaap Kunst | Museum Nasional Indonesia". Diakses tanggal 2019-09-07.
  3. ↑ Yayasan Untuk Indonesia.; Jakarta Raya (Indonesia). Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. (2005). Ensiklopedi Jakarta : culture & heritage = budaya & warisan sejarah. [Jakarta]: Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. ISBN 9798682491. OCLC 70850252.
  4. ↑ "Jaap Kunst Prize". Society for Ethnomusicology. Diakses tanggal Mei 24, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan