Sabtu, 31 Oktober 2026
17:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

J. Ann Tickner

Bagikan:

J. Ann Tickner adalah seorang teoriwan Hubungan Internasional Feminis yang lahir pada tahun 1937. Setelah 15 tahun menjabat sebagai Dosen Hubungan Internasional di Universitas California Selatan, Tickner kemudian menjadi akademisi tetap dari School of Internasional Services.[1] Tickner sebelumnya menjabat presiden International Studies Association (ISA) tahun 2006-2007; meski bukan presiden perempuan pertama, ia adalah teoriwan HI feminis pertama yang mengetuai ISA.

Buku-buku karyanya meliputi Gendering World Politics: Issues and Approaches in the Post-Cold War Era (Columbia University Press, 2001), Gender in International Relations: Feminist Perspectives on Achieving International Security (Columbia University Press, 1992), dan Self-Reliance Versus Power Politics: American and Indian Experiences in Building Nation-States (Columbia University Press, 1987).

Salah satu artikel jurnal terkenal Tickner adalah "You Just Don't Understand" (International Studies Quarterly (1997) 41, 611-632) yang mengkritik teoriwan hubungan internasional arus utama karena mengabaikan gender dari teori dan praktiknya. Meski ilmuwan arus utama berpendapat bahwa kaum feminis perlu mengembangkan teori ilmiah yang dapat dipatahkan (falsifiabel), Tickner menolaknya karena teori seperti itu berlawanan dengan salah satu premis HI feminis. Sebagian besar teori HI feminis mengambil pendekatan dekonstruktivis terhadap pengetahuan.

Teori HI feminis menyatakan bahwa teori mencerminkan posisi sosial para pencetusnya yang bias gender; mereka justru mempertanyakan metode positivis ("ilmiah") karena mengaburkan politik gender dalam konstruksi pengetahuan. Ia mendukung metode analisis sosial "bawah ke atas" yang memperlihatkan peran wanita dalam hubungan internasional alih-alih metodologi ilmiah umumnya yang "atas ke bawah" dan berfokus pada subjek maskulinis seperti pria, uang, dan perang.

Referensi

  1. ↑ Mershon Center
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan