Sabtu, 26 September 2026
22:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
J-Power

J-Power

perusahaan asal Jepang

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "J-Power" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Februari 2011)
Electric Power Development Company, Limited
250px-J_POWER_LOGO.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Denpatsu_Building%2C_at_Ginza%2C_Chuo%2C_Tokyo_%282019-01-02%29_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Denpatsu, di Ginza, Chuo, Tokyo
JenisPublik KK
TYO: 9513
IndustrIKetenagalistrikan
Didirikan1952 Sunting ini di Wikidata
Kantor pusat
Tokoh kunci
Yoshihiko Nakagaki, Presiden
PendapatanKenaikan ¥ 706.835 juta (FY 2014)
Kenaikan ¥ 28.694 juta (FY 2014)
PemilikNippon Life (5,48%)
Jumlah karyawan
2.366 (hingga tanggal 31 Maret 2015)

Electric Power Development Co., Ltd. (電源開発株式会社, Dengen Kaihatsu Kabushiki-gaisha), beroperasi dengan nama merek J-POWER, setelah sebelumnya dengan nama merek Denpatsu (電発), adalah sebuah penyedia listrik di Jepang. Perusahaan ini memproduksi listrik terutama dengan PLTU dan PLTA. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki sejumlah PLTB dan sebuah PLTN di Ohma, prefektur Aomori. J-Power merupakan operator tunggal jalur transmisi listrik yang menghubungkan empat pulau terbesar di Jepang .

Sejarah

250px-Electric_Power_Development_Co.%2C_Ltd_%28headquarters%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat Electric Power Development, di Ginza, Chuo, Tokyo

Setelah Perang Dunia II, sebagai bagian dari upaya pengubahan, Panglima Tertinggi Sekutu memerintahkan pembubaran Nihon Hassoden K.K. (日本発送電株式会社, Nihon Hassōden Kabushiki-gaisha), yang pada saat itu memasok listrik ke seantero Jepang dengan status semi-pemerintahan. Nihon Hassōden pun dipecah menjadi sejumlah perusahaan, yang kini menjadi penyedia listrik modern Jepang. Walaupun begitu, dengan kondisi ekonomi Jepang yang belum terlalu baik pasca perang, hanya ada sedikit investor yang berani berinvestasi pada perusahaan-perusahaan hasil pecahan, sehingga anggaran riset dan pengembangannya pun tidak dapat mengikuti permintaan listrik masyarakat Jepang yang makin meningkat. Pada tanggal 19 September 1952, pemerintah pendudukan akhirnya memutuskan untuk membentuk Electric Power Development Company (EDPC) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan ketenagalistrikan di Jepang.

Pada tahun 1997, Pemerintah Jepang mengumumkan privatisasi EDPC, dan pada tahun 2004, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Saham Tokyo.

Lihat juga

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan