Senin, 05 Oktober 2026
13:46 WIB
TERKINI
Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan
Ivar Aasen

Ivar Aasen

Bagikan:
Ivar Aasen
Ivar Aasen (1881)
Ivar Aasen (1881)
Lahir
Iver Andreas Aasen

(1813-08-05)5 Agustus 1813
Ørsta, Norwegian
Meninggal23 September 1896(1896-09-23) (umur 83)
Christiania (Oslo), Norwegian
PekerjaanFilolog, ahli kamus, dramawan, penyair
Karier kepenulisan
BahasaNorse (dialek)

Ivar Andreas Aasen (1813-1896) adalah seorang ahli filologi dan penyair Norwegia, yang mensintesis dialek pedesaan di Norwegia menjadi Nynorsk.[1] Bahasa baru ini kemudian menjadi kontroversial hingga saat ini.[1]

Aasen lahir di Ørsta, di distrik Sunnmøre, di pantai barat Norwegia, pada tanggal 5 Agustus 1813.[1] Pada tahun 1837, Ia terinspirasi oleh nasionalisme yang romantis antara Norwegia dengan denmark pada tahun 1814, Ia memulai sebuah penelitian sistematis tentang dialek norse, berkeliaran di negara Norwegia selama bertahun-tahun dengan mengumpulkan materi untuk studi filologisnya.[1] Karya utamanya adalah Det norske folkesprogs grammatik (1848; Tata bahasa dari "Norse Folk Tongue") dan "Ordbog over det norske folkesprog" (1850; Kamus dari "Norse Folk Tongue" ).[1] Di antara karya-karya Aasen lainnya adalah kumpulan puisi berjudul Symra ( 1863; "Anemone").[1] Kebanyakan puisinya telah diadopsi sebagai lagu rakyat.[1] Dia meninggal di Christiania (sekarang Oslo), pada tanggal 23 September 1896.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Cornish, George A (1968). The- Encyclopedia Americana International Edition - Volume 1. New York: The Americana Corporation. hlm. 5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan