Senin, 02 November 2026
03:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Istana Dresden

Istana Dresden

Museum

Bagikan:
Residenzschloss Dresden
330px-Dresdener_Schloss_bei_nacht.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Istana_Dresden&revid=29836383&groups=_a24c2096218f9e2229332f4850684d4f30863b4b&parser=parsoid
Peta interaktif area Residenzschloss Dresden
Informasi umum
Gaya arsitekturNeo-Renaisans, Barok
LokasiDresden, Jerman
Mulai dibangun1533–1535 (Gerbang George)
1565–1567 (Kanselerai)
1586–1591 (kandang kuda kastil)
1589–1594 (lapangan kastil)
1705–1708 (Taschenbergpalais)
1945 (perlindungan)
1991 [permukaan rekonstruksi seusai PDII] (menara)
2004 (Museum)
2013 (direkonstruksi)
Selesai dibangun1899
PemilikSachsen
Desain dan konstruksi
Perancang lainnyaGeorge, Adipati Sachsen
Maurice, Elektor Sachsen
Augustus, Elektor Sachsen
Paul Buchner
Augustus II yang Kuat

Istana Dresden (bahasa Jerman: Dresdner Residenzschloss atau Dresdner Schloss) adalah salah satu bangunan tertua di kota Dresden, Jerman. Selama hampir 400 tahun bangunan ini menjadi tempat tinggal para elektor (1547–1806) dan raja (1806–1918) Sachsen dari Wangsa Wettin. Bangunan ini memiliki beberapa gaya arsitektur yang berbeda, dari gaya Barok hingga Neo-Renaisans. Bangunan istana yang pertama dibangun pada tahun 1200 dengan gaya Romanesque. Setelah kebakaran besar pada tahun 1701, Augustus II yang Kuat membangun ulang istana dengan gaya Barok.[1] Kemudian, berkat perayaan 800 tahun Wangsa Wettin, proyek rekonstruksi kembali dilakukan dari tahun 1889 hingga 1901. Renovasi yang memadukan gaya Neo-Renaisans sendiri dilakukan pada tahun 1914.[1]

Sebagian besar bangunan istana mengalami kehancuran akibat pengeboman kota Dresden oleh Sekutu pada tanggal 13 Februari 1945. Selama 15 tahun seusai Perang Dunia II, tidak terdapat upaya untuk membangun kembali istana ini, kecuali proyek pemasangan atap sementara pada tahun 1946. Restorasi dimulai pada tahun 1960-an setelah pemasangan jendela baru. Proyek restorasi istana diselesaikan pada tahun 2013.[2]

Galeri foto


  • Istana Dresden - Dresdner Residenzschloss
  • 120px-Dresden-1260-Hofkirche-Residenzschloss-2008-gje.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Dresden-1350-Zwinger-Residenzschloss-2008-gje.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Dresden-2270-Residenz-Stallhof-Langer_Gang-2015-gje.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Dresden-2280-Residenz-grosser_Schlosshof-Hausmannsturm-2015-gje.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Dresden-2288-Residenz-grosser_Schlosshof-Detail-2015-gje.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Dresden-2314-Residenz-vom_Hausmannsturm-Daecher-Frauenkirche-2015-gje.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Catatan kaki

  1. 1 2 Fritz Löffler: Das alte Dresden - Geschichte seiner Bauten. 16th ed. Leipzig: Seemann, 2006, ISBN978-3-86502-000-0
  2. ↑ "Royal Palace". dresden.de. 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Februari 2015. Diakses tanggal 13 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan