| Istana Darussalam | |
|---|---|
Istana Darussalam pada tahun 2022 | |
![]() Peta interaktif area Istana Darussalam | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Kediaman |
| Gaya arsitektur | Seni bina vernakular Melayu |
| Alamat | Jalan Istana Darussalam |
| Kota | Kampong Sumbiling Lama, Bandar Seri Begawan, Brunei–Muara |
| Negara | Brunei |
| Koordinat | 4°53′32″N 114°56′14″E / 4.8920903°N 114.9371379°E / 4.8920903; 114.9371379 |
| Mulai dibangun | 1940-an |
| Selesai dibangun | 1947;79 tahun lalu (1947) |
| Biaya | B$7.000 |
| Data teknis | |
| Bahan bangunan | Beton dan kayu |
| Ukuran | 076 ekar (31 ha) |
Istana Darussalam (bahasa Inggris:Darussalam Palace) adalah bekas kediaman resmi Omar Ali Saifuddien III sekaligus tempat kelahiran Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah.[1] Istana ini terletak di Jalan Darussalam, Kampong Sumbiling Lama, Distrik Brunei–Muara, Brunei.[2][3] Bangunan ini telah menjadi daya tarik wisata dan saat ini berada di bawah perlindungan Akta Barang-Barang Purbakala dan Harta Karun dari Jabatan Muzium-Muzium.[4]
Desain dan pembangunan
Istana Darussalam terletak di tepi Sungai Kedayan,[5] serta menjadi contoh arsitektur asli Melayu terbaik pada zamannya. Istana ini pertama kali dibangun dari kayu pada tahun 1947, dan di kemudian hari, beton digunakan untuk menggantikan beberapa tiang dan balok kayu. Bangunan ini berwarna hijau dan cokelat serta memiliki arsitektur khas rumah Melayu. Bangunan kerajaan ini masih berdiri kokoh dan tampak kontras dengan deretan rumah-rumah warga di sekitarnya.[6] Istana ini mencakup area seluas sekitar 076 ekar (31 ha) dan menghabiskan biaya pembangunan sekitar B$7.000.[7]
Jalur masuk kerajaan dari Sungai Kedayan menuju pintu masuk Istana Darussalam adalah Dermaga Darussalam. Dermaga ini berfungsi sebagai ruang bersejarah untuk menampilkan dan menghormati sejarah istana, salah satu landmark terpenting di kota ini dan lokasi bersejarah bagi monarki.[8]
Sejarah
Pembangunan istana dimulai pada tahun 1940-an. Beberapa perayaan nasional telah berlangsung di istana ini, termasuk saat Sultan Hassanal Bolkiah lahir di sini pada 15 Juli 1946,[9][10] Pangeran Mohamed Bolkiah pada 29 Agustus 1948,[11] dan Putri Masna pada 6 September 1948.[12] Pada tahun 1947, bagian bawah bangunan ini digunakan sebagai kantor pribadi oleh Sultan Omar Ali.[7] Keluarga kerajaan tidak lagi menggunakan bangunan ini, meskipun setiap hari Jumat, perwakilan dari Masjid Omar Ali Saifuddien menggelar ritual tahlil di sana. Ketika keluarga kerajaan berpindah dari Istana Darussalam ke Istana Darul Hana pada tahun 1951, tamu-tamu Omar Ali untuk sementara diinapkan di sini saat beliau menempuh pendidikan di Kolej Melayu di Malaysia.[6]
Pengiran Anak Damit, yang berusia 55 tahun, wafat di Istana Darussalam pada 13 September 1979 pukul 13:20.[13] Pada 7 September 1986, Omar Ali wafat di istana ini dan kemudian dimakamkan di Makam Diraja.[14] Jabatan Kerja Raya dari Kementerian Pembangunan saat ini merawat istana tersebut, bersama beberapa istana lainnya yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting.[15]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Sidhu, Jatswan S. (2009-12-22). Historical Dictionary of Brunei Darussalam (dalam bahasa Inggris). Scarecrow Press. hlm. 175. ISBN 978-0-8108-7078-9.
- ↑ Latiff (Haji), Adanan Haji Abdul (2011). Bangunan ristaan (dalam bahasa Melayu). Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei, Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan. hlm. 6. ISBN 978-99917-0-770-9.
- ↑ Awang.), Mohd Jamil Al-Sufri (Pehin Orang Kaya Amar Diraja Dato Seri Utama Haji (2003). Adat istiadat Diraja Brunei (dalam bahasa Melayu). Jabatan Adat Istiadat Negara, Jabatan Perdana Menteri. hlm. 29. ISBN 978-99917-34-20-0.
- ↑ "Jabatan Muzium-Muzium - Monumen dan Tapak-Tapak Arkeologi". www.museums.gov.bn. Diakses tanggal 2023-01-01.
- ↑ Thiessen, Tamara (2008). Bradt Travel Guide - Borneo (dalam bahasa Inggris). Bradt Travel Guides. hlm. 135. ISBN 978-1-84162-252-1.
- 1 2 "Pusat Sejarah Brunei - Peristiwa dan Tempat Bersejarah". www.history-centre.gov.bn. Diakses tanggal 2023-01-01.
- 1 2 Abdul Latif, Adanan (2008). "Istana-Istana Di Brunei" (PDF). Pusat Sejarah Brunei. hlm. 23.
- ↑ "Regeneration of the Kedayan River". Townland (dalam bahasa American English). 2015. Diakses tanggal 2024-11-16.
- ↑ Leifer, Michael (2013-05-13). Dictionary of the Modern Politics of Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 76. ISBN 978-1-135-12945-3.
- ↑ USA, IBP (2009-03-20). Brunei Ecology and Nature Protection Handbook (dalam bahasa Inggris). Lulu.com. hlm. 99. ISBN 978-1-4387-0633-7.
- ↑ ASEAN Forecast (dalam bahasa Inggris). Executive Publication Pte. 1985. hlm. 60.
- ↑ Sidhu, Jatswan S. (2009-12-22). Historical Dictionary of Brunei Darussalam (dalam bahasa Inggris). Scarecrow Press. hlm. 148. ISBN 978-0-8108-7078-9.
- ↑ "Jenazah Almarhumah DYTM Paduka Suri Seri Begawan Raja selamat di-makamkan di-Kubah Makam Diraja" (PDF). Pelita Brunei. 1979-09-19. hlm. 1, 16. Diakses tanggal 2023-08-20.
- ↑ Ap (1986-09-11). "Omar Ali Saifuddin; Former Brunei Sultan". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2022-10-04.
- ↑ "Public Works Department - Mechanical and Electrical Services". www.mod.gov.bn. Diakses tanggal 2023-01-01.
