Selasa, 27 Oktober 2026
15:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Ischaemum nativitatis

Bagikan:
Ischaemum nativitatis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monocots
Klad: Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Subfamili: Panicoideae
Genus: Ischaemum
Spesies:
I. nativitatis
Nama binomial
Ischaemum nativitatis
Jansen ex Renvoize

Ischaemum nativitatis, yang umumnya dikenal sebagai rumput paruh bebek Pulau Natal (Christmas Island duck-beak), adalah rumput tropis dalam famili Poaceae. Tumbuhan ini merupakan endemik Pulau Natal, sebuah wilayah Australia di bagian timur laut Samudra Hindia. Epitet spesifik tumbuhan ini berasal dari kata Latin nativitas ("kelahiran"), yang merujuk pada kelahiran Kristus, atau Natal, sesuai dengan nama pulaunya.[1]

Deskripsi

Rumput paruh bebek Pulau Natal adalah rumput tegak dan berumpun dengan tinggi 250–700 mm, batangnya sering bercabang dan buku-bukunya halus. Daunnya berukuran panjang 30–110 mm, lebar 2,5–7 mm, dan tersebar di sepanjang batang. Dua malai (raceme) yang berduri memiliki panjang 15–50 mm, dengan tangkai bunga (pedicel) dan rakis yang panjang dan berbulu, serta memiliki pasangan spikelet sesil (tidak bertangkai) sepanjang 4,5 mm yang bersungut jelas. Glumanya kaku seperti kulit di bagian dasar; gluma bawah yang bergigi dua memiliki dua sayap membran di bagian apikal; gluma atas memiliki lunas bersayap ke arah puncak dan sungut sepanjang 6 mm. Bunganya memiliki lemma seperti kaca dan palea kaku seperti kulit sepanjang sekitar 3,5 mm, dengan sungut pada lemma atas sepanjang 15 mm dan terpilin di bagian dasar.[1]

Distribusi dan habitat

Rumput ini ditemukan secara sporadis di sepanjang pantai utara dan barat pulau tersebut. Jenis habitatnya meliputi puncak batu kapur yang terbuka, kantong-kantong pasir koral, dan di dekat tegakan Scaevola taccada dan Pandanus nativitatis.[1]

Taksonomi

Rumput ini pertama kali dicatat, meskipun tidak dideskripsikan dengan benar, oleh Charles William Andrews dan Henry Nicholas Ridley sebagai I. foliosum var. leiophyllum Hack. ex Rendle, sebuah varietas yang endemik di Pulau Natal. Otto Stapf menaikkan statusnya menjadi spesies, menamainya I. nativitatis, namun tidak mempublikasikannya. Pada tahun 1953, deskripsi lengkap dipublikasikan, namun tanpa diagnosis Latin, sehingga nama tersebut tetap tidak valid menurut Kode Internasional Nomenklatur Botani. Pada tahun 1985, I. nativitatis menjadi nama yang valid ketika deskripsi Latin lengkap diterbitkan.[1]

Referensi nomenklatur lengkap:

  • Ischaemum nativitatis Jansen ex Renvoize, Kew Bull. 40: 447. 1985.[2]
    • Ischaemum foliosum var. leiophyllum Hack. ex Rendle, in C.W.Andrews, Monograph Christmas Island 192. 1900. [tidak valid nomen nudum]
    • Ischaemum nativitatis Jansen, 1953. [tidak valid nomen nudum]

Rumput ini berkerabat dekat dengan I. foliosum dari Kaledonia Baru dan Vanuatu.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Ischaemum nativitatis. Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine Flora of Australia Online.
  2. ↑ Renvoize, Kew Bull. 40: 447. 1985.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Panicoideae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan